Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tingkatkan Indeks Pertanian, Kementerian PUPR Percepat Pengerjaan Bendungan Pamukkulu

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Pamukkulu yang terletak di bagian hulu Sungai Pappa Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Salah satu sudut pengerjaan Bendungan Pamukkulu./Istimewa
Salah satu sudut pengerjaan Bendungan Pamukkulu./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Pamukkulu yang terletak di bagian hulu Sungai Pappa Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Progres konstruksi bendungan yang dibangun sejak 15 November 2017 itu sudah mencapai 22 persen, dan saat ini sedang dilakukan upaya percepatan, sehingga dapat diairi pada awal tahun 2024.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, bendungan tersebut dibangun untuk meningkatkan keberlangsungan suplai air bagi lahan pertanian di Sulsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Di Sulsel masih terdapat hamparan lahan persawahan di atas 3.000 hektare yang sulit ditemui di daerah lain. Produktivitasnya kami tingkatkan dengan ketersediaan air dari bendungan,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (15/11/2021).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Adenan Rasyid mengatakan bahwa Bendungan Pamukkulu memiliki beberapa manfaat, yaitu memasok air untuk jaringan irigasi seluas 6.256 hektare.

Dengan pasokan air untuk jaringan irigasi itu diharapkan Indeks Pertanian (IP) di Kabupaten Takalar akan meningkat dari 150 persen menjadi 250 persen dengan pola tanam padi-padi-palawija.

“Manfaat lain dari Bendungan Pamukkulu adalah sebagai penyedia air baku untuk Kabupaten Takalar sebesar 160 liter/detik, dapat mereduksi dan mengendalikan ancaman banjir, serta sebagai konservasi untuk air tanah. Bendungan ini juga memiliki potensi untuk pembangkit listrik tenaga air sebesar 4,3 MW, serta dapat dimanfaatkan untuk pariwisata,” tuturnya.

Bendungan Pamukkulu dikerjakan oleh BBWS Pompengan Jeneberang, dan didesain dengan tipe Urugan Batu Membran Beton (UBM) atau Concrete Face Rockfill Dam (CFRD). Bendungan itu akan memiliki kapasitas tampung sebesar 82,5 juta meter kubik, dengan tinggi mencapai 65,50 meter, dan lebar 8 meter.

Pelaksanaan pembangunan Bendungan Pamukkulu dikerjakan dengan anggaran senilai Rp1,6 miliar melalui 2 paket pekerjaan.

Paket 1 pekerjaan berupa sandaran kanan dan kiri, pengeboran angkur plinth, dan quarry area dengan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. - PT. Jaya Mulia Turangga (KSO).

Sementara itu, paket 2 pekerjaan berupa terowongan inlet, outlet, invert terowongan, crown terowongan, spillway, plinth, intake, dan pemasangan SR dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) - PT Virama Wilayah V.

Air dari Bendungan Pamukkulu mengalir ke Daerah Irigasi (DI) Pamukkulu yang memiliki 19 ruas saluran, terdiri dari  irigasi primer sepanjang 16,68 kilometer, dengan lebar bervariasi antara 1–7 meter (kondisi existing).

Saluran primer Pamukkulu tersebut terkoneksi dengan Saluran Suplesi Cakura, Saluran Sekunder Cakura, dan Saluran Suplesi Jenemarung, serta Saluran Primer Jenemarung kanan.

Adenan menambahkan, dalam pembangunannya Bendungan Pamukkulu juga menerapkan pola Padat Karya Tunai (PKT).

“Kegiatan PKT dilakukan untuk rehabilitasi saluran irigasi di DI Bendung Pamukkulu. Kegiatan ini dilakukan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air dan Irigasi yang tersebar di 20 titik di 7 desa, 1 kelurahan, dan 1 kecamatan. Setiap titiknya melibatkan sebanyak 25 orang petani,” terangnya.

Kegiatan PKT juga dilakukan pada konstruksi Bendungan Pamukkulu, yaitu untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus, dan dapat dilakukan tanpa alat berat, misalnya untuk galian saluran dan menyusun batu urugan.

“Kami melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan. Skema ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran dampak dari Pandemi Covid-19,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper