Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Relokasi Pabrik Alas Kaki, Ini Daya Tarik Indonesia

Di tengah situasi pandemic Covid-19, industri alas kaki dalam negeri masih mampu menarik investasi asing berkat sejumlah faktor pendukung.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 14 November 2021  |  15:12 WIB
Relokasi Pabrik Alas Kaki, Ini Daya Tarik Indonesia
Ilustrasi. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Di tengah situasi pandemic Covid-19, industri alas kaki dalam negeri masih mampu menarik investasi asing berkat sejumlah faktor pendukung.

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menyatakan, salah satu daya tarik Indonesia adalah mampu memenuhi komitmen pesanan meski di tengah situasi pembatasan.

Hal itu dimungkinkan dengan penerapan kebijakan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) oleh Kementerian Perindustrian.

“Salah satu kunci utamanya adalah sustainability rantai pasok kita ke global. Ketika kita sedang ada gelombang kedua pandemic Covid-19, pasokan ke negara-negara lain tetap terjaga dengan standar protokol kesehatan yang diterapkan di pabrik-pabrik,” kata Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie kepada Bisnis, Minggu (14/11/2021).

Wakil Ketua Umum Aprisindo Budiarto Tjandra sebelumnya mengatakan bahwa ada beberapa pemain alas kaki global yang berniat memindahkan operasinya ke Indonesia karena penyetopan produksi di Vietnam.

Selain dilirik sebagai tujuan relokasi pabrik, industri alas kaki nasional juga telah menikmati limpahan pesanan dari Vietnam yang dilanda kendala produksi karena lockdown ketat.

Tak hanya Vietnam, pesanan ke Myanmar juga mengalir ke Indonesia karena negara itu masih dalam situasi konflik politik.

“Hanya saja kami tidak bisa prediksi berapa banyak [limpahan pesanan itu],” ujarnya.

Pasalnya, bersamaan dengan limpahan pesanan dari sejumlah negara tersebut, pabrik-pabrik alas kaki di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga sedang membidik pertumbuhan kapasitas produksi pada tahun ini.

Hal itu telah tecermin dari nilai ekspor alas kaki pada September 2021 yang tumbuh di atas 20 persen.

Sepanjang tahun lalu, ekspor alas kaki tercatat sebesar US$4,8 miliar. Tahun ini total ekspor diharapkan mampu menembus US$5,1 miliar.

Momentum akhir tahun dan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar di dalam negeri pun diharapkan bisa memberikan sentimen positif bagi pertumbuhan industri pada tahun ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Industri Alas Kaki
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top