Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirgantara Indonesia Produksi Pesawat Amfibi, Siap Terbang 2023

N219 jenis amfibi (N219A) merupakan pesawat yang dikembangkan dari pesawat komersial N219. Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 13 November 2021  |  19:06 WIB
Pesawat N219A.  - Lapan
Pesawat N219A. - Lapan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Dirgantara Indonesia kembali mengembangkan pesawat yang dapat menunjang kebutuhan transportasi di dalam negeri. Perkembangan industri kedirgantaraan nasional itu telah memproduksi pesawat yang dapat lepas landas di permukaan air.

N219 jenis amfibi (N219A) merupakan pesawat yang dikembangkan dari pesawat komersial N219. Pesawat ini dapat melakukan lepas landas dan pendaratan di permukaan air.

Kemenko Marves sangat mendorong pengembangan pesawat N219 amfibi ini karena sangat diperlukan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi, Ayodhia G L Kalake menjelaskan, fleksibilitas yang dimiliki pesawat ini mampu mendarat di darat, danau dan sungai besar, hingga teluk dan laut. Selain itu, amphiport (airport untuk pesawat amfibi) dapat dibangun dengan lebih mudah dan murah jika dibandingkan dengan airport pada umumnya.

“Pesawat ini telah diproduksi dengan mengedepankan TKDN, sehingga hasil karya dalam negeri ini tentu mendukung pengembangan konektivitas darat dan laut di indonesia,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (13/11/2021).

Direktur Produksi Dirgantara Indonesia Batara Silaban menjelaskan pesawat tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti layanan pariwisata, layanan perjalanan dinas pemerintahan, perusahaan migas, layanan kesehatan masyarakat, SAR dan penanggulangan bencana, dan pengawasan wilayah Maritim.

Di Indonesia, potensi pasar terbesar berada di bidang pariwisata. Pesawat ini tentunya juga mampu mengakomodir Pulau-Pulau terluar, tertinggal, terdepan (3T) yang tersebar di Indonesia.

Berbagai wilayah di Indonesia pun cukup berpotensi untuk menggunakan pesawat ini, seperti Danau Toba, Pulau Bawah Kepri, Pulau Derawan Kaltim, Raja Ampat, Wakatobi, dan Pulau Moyo. Potensi pasar yang besar juga terlihat khususnya di Asia Pasifik. Kini, ada 150 unit pesawat aktif dan 45 persen dari total populasi tersebut telah memasuki masa aging.

“Jika sesuai dengan linimasa yang ada, pesawat ini diperkirakan dapat melaksanakan penerbangan pertamanya di tahun 2023,” ungkapnya

Pesawat N219 memiliki kecepatan hingga 296 kilometer (KM) per jam pada ketinggian maksimal 10.000 kaki. Dengan beban 1560 kilogram, pesawat itu mampu menempuh jarak hingga 231 km. Untuk lepas landas ke ketinggian 35 kaki dari darat membutuhkan jarak 500 meter, sedangkan dari air, pesawat tersebut membutuhkan jarak hingga 1400 meter. Kemudian untuk pendaratan dari ketinggian 50 kaki, ia membutuhkan jarak 590 meter untuk di darat, dan 760 meter untuk di laut.

“Maximum Take-Off Weight pesawat ini mencapai 7030 KG dengan maximum landing weight 6940 KG, dengan total kapasitas bahan bakar 1600 KG,” jelasnya.

Dalam menyempurnakan pesawat itu, berbagai kementerian dan lembaga turut andil di dalamnya. Kementerian Perhubungan, LAPAN, BPPT, dan PTDI terlibat dalam memaksimalkan pengembangan pesawat ini.

Namun, pengembangan pesawat N219 mengalami permasalahan dalam hal penganggaran karena adanya perubahan struktur organisasi LAPAN dan BPPT yang masuk ke dalam organisasi BRIN. Hal itu telah mempengaruhi perencanaan pengembangan yang sudah ditetapkan sampai tahun 2024 tersebut. Selain itu permasalahan lain seperti tingkat korosif yang tinggi karena mendarat di laut.

Asdep Industri Maritim dan Transportasi Kemenko Marves Firdausi Manti meminta PTDI menginventarisasikan berbagai problematika yang ada.

“Kami harap nantinya ada pertemuan lanjut antara PT. DI dan berbagai pihak, baik dengan BRIN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN,” ungkapnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur pesawat dirgantara indonesia
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top