Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HBA November 2021 Bakal Turun Tipis, Ini Penyebabnya

Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan menyebut HBA November 2021 bakal turun tipis.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 08 November 2021  |  11:50 WIB
HBA November 2021 Bakal Turun Tipis, Ini Penyebabnya
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga batubara acuan (HBA) November 2021 diperkirakan turun tipis dari penetapan bulan sebelumnya yakni US$161,63 per ton.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar mengatakan bahwa proyeksi penurunan ini disebabkan krisis energi yang mulai dapat diatasi.

“Taksiran saya akan turun tipis. Karena masa kekagetan atas krisis energi yang disebabkan [kenaikan harga] gas dan minyak bumi mulai ter-recovery. Tapi tetap tinggi, cuma memang tren turun tipis,” katanya, Senin (8/11/2021).

Dalam tiga bulan terakhir, HBA berangsur meningkat seiring dengan krisis energi yang terjadi di sejumlah belahan dunia. Tingginya harga komoditas bahan bakar seperti gas dan minyak bumi mendorong dunia beralih menggunakan batu bara untuk memenuhi kebutuhan energi.

Pada Agustus, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan HBA senilai US$130,99 per ton. Kemudian angka ini meningkat US$19,04 per ton menjadi US$150,03 per ton pada HBA September.

Kemudian harga acuan untuk komoditas emas hitam itu kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang tahun ini yakni US$161,63 per ton atau naik US$11,60 per ton dibandingkan September. Salah satu faktor utama terkereknya HBA adalah permintaan dari China telah melampaui pasokan batu bara domestik.

Belakangan, China melakukan sejumlah intervensi terhadap perusahaan tambang di negara itu. Pemerintah mendorong perusahaan meningkatkan kapasitas produksi serta mendorong stabilisasi harga komoditas.

Xi Jinping juga mengancam menindak para spekulan harga dan penimbun batu bara. Upaya ini untuk menekan harga bara dan meningkatkan serapan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

“Variabelnya banyak. Pertama soal recovery [energi dunia]. Kedua, sumber energi substitusi mulai bermunculan misalkan termasuk China dengan beberapa EBT mulai digerakkan. Minyak bumi dan gas bumi juga sudah mulai [menunjukan tren penurunan] harganya,” terangnya.

Bisman menuturkan pada akhirnya harga komoditas ini akan tetap turun. Namun pemerintah maupun perusahaan tambang perlu menyiapkan strategi agar stabilitas harga tetap terjaga sehingga tidak terkoreksi cukup dalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top