Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perundingan IT-CEPA, Kadin Usul Pemerintah Tekan Bea Masuk CPO

Kadin Indonesia mengusulkan pemerintah untuk menekan bea masuk CPO sehubungan dengan percepatan perundingan IT CEPA.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 07 November 2021  |  13:19 WIB
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020). ANTARA FOTO - Muhammad Bagus Khoirunas

Bisnis.com, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengusulkan pemerintah untuk menekan bea masuk minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) serta produk turunannya ke Turki. Permintaan itu menyusul upaya percepatan perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) tahun ini.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Shinta W. Kamdani mengatakan ekspor CPO Indonesia selama ini kalah bersaing dengan Malaysia yang telah lebih dahulu memiliki perjanjian dagang dengan Turki. Konsekuensinya, bea masuk CPO asal Negeri Jiran itu turun dari 31 persen menjadi 20 persen.

“Isu perdagangan yang harus diatasi tentu masalah tarif karena saat ini yang membuat kita tidak bersaing dengan Malaysia adalah tarif yang dikenakan kepada Indonesia lebih tinggi daripada yang dikenakan ke Malaysia karena kita belum punya free trade agreement [FTA],” kata Shinta, Minggu (7/11/2021).

Selain itu, kata Shinta, pemerintah juga mesti membuat perundingan dengan Turki ihwal standar keberlanjutan CPO. Dia berharap Turki dapat menerima standar CPO yang ada di dalam negeri dan tidak berpatok pada standar lainnya yang relatif bersifat restriktif.

“Kami harap Turki menerima CPO kita dengan standar yang kita miliki, dan bukan dengan standar lain yang lebih menyulitkan atau lebih restriktif bagi produsen-produsen CPO kita yang umumnya adalah petani plasma,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah tengah mempercepat perundingan Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) untuk meningkatkan potensi nilai perdagangan kedua negara. Di sisi lain, IT-CEPA memiliki nilai strategis bagi Indonesia untuk menjadikan Turki sebagai hub ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta produk turunannya.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan IT-CEPA dapat dijadikan sebagai pintu masuk komoditas CPO Indonesia ke sejumlah negara tetangga Turki.

“Diharapkan kedepannya, Indonesia dapat berinvestasi di sektor palm oil-based refinery untuk memenuhi Industri Turki atau dijual ke negara di sekitar Turki,” kata Djatmiko, Minggu (7/11/2021).

Menurut dia, Turki merupakan mitra dagang non tradisional yang memiliki memiliki potensi nilai perdagangan yang cukup besar. Pada tahun 2016 hingga 2020, total nilai perdagangan kedua negara mencapai US$1,3 hingga US$1,7 miliar.

Selain CPO, dia menambahkan, akselerasi perundingan dagang itu diharapkan dapat memperluas akses pasar produk dalam negeri seperti alas kaki, mineral, kayu dan olahan kayu, produk nabati, industri kimia, hewan dan produk hewani, kulit mentah, kulit dan bulu, mesin atau listrik hingga bahan makanan.

“Pada tahap awal, IT-CEPA akan fokus membahas akses pasar barang dan isu-isu terkait perdagangan barang, seperti surat keterangan asal barang, standar, dan pengamanan perdagangan,” kata dia.

Adapun total perdagangan Indonesia dengan Turki mencapai US$1,32 miliar selama Januari hingga Agustus 2021. Pencatatan itu mengalami kenaikan mencapai 54,09 persen jika dibandingkan dengan jumlah perdagangan pada tahun lalu yang berada di posisi US$856,7 miliar.

Indonesia mencatatkan surplus dagang mencapai US$780,25 juta dengan Turki selama Januari hingga Agustus tahun ini. Torehan surplus itu naik 60,87 persen jika dibandingkan dengan posisi tahun lalu sebesar US$485,02 juta. Neraca yang surplus tahun ini berasal dari kinerja ekspor yang mencapai US$1,05 miliar dan impor sebesar US$269,98 juta.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cpo kadin
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top