Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Sulawesi Tenggara dan Utara

PT PLN (Persero) memperkuat keandalan pasokan listrik di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara melalui penyelesaian pembangunan sejumlah infrastruktur kelistrikan tegangan tinggi.
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 30 Oktober 2021  |  20:47 WIB
Petugas melakukan pengecekan Gardu Induk. - Istimewa
Petugas melakukan pengecekan Gardu Induk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) memperkuat keandalan pasokan listrik di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara melalui penyelesaian pembangunan sejumlah infrastruktur kelistrikan tegangan tinggi.

Direktur Mega Proyek dan EBT PLN Wiluyo Kusdwiharto menjelaskan, PLN berhasil melaksanakan pemberian tegangan pertama atau energize pada dua proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Sulawesi Tenggara, yaitu Gardu Induk (GI) 150 kV Andoolo (New) berkapasitas 30 MVA dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kendari–Andoolo sepanjang 150 Kilometer Sirkuit (Kms).

GI 150 kV Andoolo (New) merupakan GI pertama di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki kapasitas transformator sebesar 30 MVA, atau setara dengan 18.000 pelanggan baru. 

Sementara itu, pekerjaan SUTT 150 kV yang berhasil di-energize menghubungkan antara GI Andoolo dengan GI Kendari. SUTT 150 kV tersebut terbentang sepanjang 150 Kms dengan total tower sebanyak 226 unit.

“Kami berharap beroperasinya GI dan SUTT ini dapat mendorong perekonomian di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan,” katanya melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (30/10/2021).

Dia memerinci, saat ini potensi pelanggan tegangan tinggi di Sulawesi Tenggara mencapai 3.223 MVA, dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi. Beroperasinya GI 150 kV Andoolo (New) dan SUTT 150 kV Kendari–Andoolo menunjukkan kesiapan PLN dalam menyuplai kebutuhan listrik bagi pelanggan.

Sebelumnya, Konawe Selatan hanya disuplai oleh jaringan tegangan menengah dari GI 150 kV Kendari, dengan jarak kurang lebih 120 kilometer dari pusat beban. Kondisi jarak yang jauh berpotensi membuat kualitas layanan listrik kurang optimal.

Dalam Proyek tersebut, tingkat penggunaan komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 71 persen untuk SUTT dan 69 persen untuk GI.

Angka tersebut lebih besar dari persentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54/2021. Peraturan tersebut menyebutkan secara rinci persentase minimum TKDN yang harus dipenuhi dalam setiap jenis Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (PIK) tergantung kapasitasnya.

Selain di Sulawesi Tenggara, PLN juga melakukan energize Interbus Transformer (IBT) 150kV/70kV Gardu Induk (GI) Likupang yang berlokasi di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

“Pemberian tegangan untuk Bay IBT GI Likupang merupakan salah satu tahapan menuju pengoperasian sistem 150 kV Paniki-Likupang-Pandu dalam rangka mewujudkan komitmen PLN untuk menyediakan pasokan listrik yang andal,” ujarnya.

Terlebih, kata dia, Likupang merupakan salah satu Destinasi Wisata Super Prioritas (DWSP) yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Untuk itu, PLN siap mendukung pengembangan KEK Likupang demi mendorong perekonomian di Sulawesi Utara.

Tahapan selanjutnya adalah menyelesaikan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Paniki–Likupang dan SUTT 150 kV Likupang–Pandu, serta GI 150 kV Pandu, yang saat ini masih dalam tahapan konstruksi.

“Harapannya sistem 150 kV Paniki–Likupang–Pandu dapat segera selesai dan bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Utara,” ujar Wiluyo.

Pembangunan GI 150 kV Likupang dengan kapasitas IBT sebesar 60 MVA dalam pelaksanaannya menggunakan TKDN sebesar 67,18 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN sulawesi utara kelistrikan sulawesi tenggara
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top