Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anggaran Pembangunan Kereta Api 2030 Terungkap, Segini Angkanya

Hingga 2030 akan dibangun jaringan kereta api antarkota sepanjang 9.210 km dan jaringan kereta api perkotaan sepanjang 3.755 km. Sementara itu, dari sarananya sendiri atau kereta api, akan dilakukan pengadaan lokomotif sebanyak 5.314 unit, kendaraan pengangkut 27.949 unit, gerbong 48.364 unit, dan kereta api perkotaan 6.229 unit.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  19:10 WIB
Petugas memeriksa keseimbangan ketinggian rel kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/4).  - Antara/Harviyan Perdana Putra
Petugas memeriksa keseimbangan ketinggian rel kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/4). - Antara/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska) mengungkapkan anggaran pembangunan perkeretaapian hingga 2030 yang terdiri dari pembiayaan infrastruktur dan kereta api (rolling stock).

CEO of MASKA Hermanto Dwiatmoko mengatakan total anggaran mencapai US$65,595 juta atau setara dengan Rp926,742 miliar (kurs Rp14.000).

"Porsi pendanaan 36 persen APBN dan 64 persen dari BUMN/investasi swasta," katanya dalam Seminar Kerja Sama Bilateral di Sektor Perkeretaapian di Polandia dan Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid pada Selasa (26/10/2021).

Hermanto memerinci, dari total anggaran tersebut, akan dibangun jaringan kereta api antarkota sepanjang 9.210 km dan jaringan kereta api perkotaan sepanjang 3.755 km. Untuk total biaya pembangunan infrastruktur ini, dibutuhkan biaya sekitar US$30,065 juta atau setara Rp424,774 miliar.

Sementara itu, dari sarananya sendiri atau kereta api, dia menyebut akan dibutuhkan lokomotif sebanyak 5.314 unit, kendaraan pengangkut 27.949 unit, gerbong 48.364 unit, dan kereta api perkotaan 6.229 unit.

"Total untuk rolling stock adalah US$35,527 juta [setara Rp502 miliar]," sebutnya.

Lebih lanjut terkait investasi, dia mengaku ada sejumlah strategi yang dilakukan untuk meningkatkan pendanaan. Pertama, meningkatkan investasi pembangunan perkeretaapian melalui regulasi dan mekanisme yang kondusif serta pembentukan lembaga pembiayaan infrastruktur.

Kemudian mendorong kemitraan sektor swasta dalam investasi melalui kemitraan publik-swasta (KPS) dan pola kereta api tujuan khusus. Terakhir, penyediaan pembiayaan infrastruktur perkeretaapian melalui sumber pendanaan alternatif.

Sebagai informasi, Indonesia dan Polandia tengah memperdalam kerja sama di bidang industri perkeretaapian dengan mempertemukan pelaku usaha dari kedua negara yang bergerak di bidang tersebut untuk mewujudkan realisasi kesepakatan bisnis yang konkret.

Sebanyak 10 perusahaan dari Indonesia dan Polandia berpartisipasi dalam Seminar Kerja Sama Bilateral di Sektor Perkeretaapian di Polandia dan Indonesia yang dilaksanakan secara hybrid yang diinisiasi oleh Polish Investment and Trade Agency (PAIH) di Jakarta.

Sebelumnya, Indonesia telah menandatangani tiga MoU pada Juli 2021, antara PAIH, Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (MASKA), dan Polish Railway Chamber untuk pengembangan industri perkeretaapian.

Beberapa perusahaan BUMN yang berpartisipasi dalam acara ini adalah PT LEN, PT INKA, PT Nindya Karya, PT Adhi Karya Tbk., PT Pindad. Adapun pelaku bidang kereta api dari Polandia di antaranya adalah Medcom, IHSYSTEMS, Pixel, Neel, dan Lughlight.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur apbn kereta api
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top