Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Biaya Produksi Membengkak, Peritel Hindari Naikkan Harga Demi Jaga Momentum

Peritel modern mengupayakan untuk tidak menaikkan harga produk yang dijual, terlepas dari tren kenaikan biaya produksi. Strategi itu dipilih untuk optimasi momentum perbaikan konsumsi.
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020). BISNIS.COM
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5/2020). BISNIS.COM

Bisnis.com, JAKARTA – Peritel modern mengupayakan untuk tidak menaikkan harga produk yang dijual, terlepas dari tren kenaikan biaya produksi. Strategi itu dipilih untuk optimasi momentum perbaikan konsumsi.

“Harga global naik, tetapi saat sekarang kenaikan harga harus kami coba kendalikan,” kata Vice President Corporate Communication PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid, Minggu (17/10/2021).

Melalui kerja sama dengan para pemasok dan pabrik, Satria mengatakan, peritel justru mengupayakan untuk terus memberikan tawaran produk dengan harga kompetitif.

Meski tidak secara langsung menawarkan diskon, konsumen diharapkan bisa tetap memperoleh produk dengan harga kompetitif.

“Kami masih suasana pandemi dan daya beli sedang kami jaga. Kami kerja sama dengan pemasok bisa memberikan harga promo yang menarik bagi konsumen,” katanya.

Salah satu promosi yang ditawarkan adalah penjualan produk bundling dengan harga lebih murah. Langkah itu diambil untuk mengejar volume penjualan.

“Tawaran yang kami berikan misalnya pembelian dua produk dengan harga lebih murah. Jadi kami mengejar volume belanja dan konsumen dapat harga yang kompetitif. Memang kuncinya duduk bersama dengan pemasok.”

Sekalipun terdapat kenaikan harga dari hulu, Satria mengatakan, sisi hilir akan melakukan penyesuaian secara bertahap. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari dampak negatif pada bisnis.

Sebagaimana diketahui, bisnis ritel modern sempat mengalami tekanan akibat terbatasnya operasional pusat perbelanjaan saat terjadi lonjakan Covid-19.

“Kami melihat mobilitas yang mulai longgar jadi pertimbangan untuk menghindari kenaikan harga. Kami melihat momentum. Jadi kami harus step by step. Kalaupun nanti ada lonjakan harga, tentu menjadi sesuatu yang tidak berdampak buruk ke peritel.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper