Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Lanjutkan Proyek Pembangkit Bermasalah, Mayoritas PLTU

PT PLN (Persero) melanjutkan 34 proyek pembangkit listrik bermasalah dalam 10 tahun ke depan. Mayoritas pembangkit yang akan dilanjutkan itu merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 15 Oktober 2021  |  14:42 WIB
Ilustrasi. Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ilustrasi. Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – PT PLN (Persero) melanjutkan 34 proyek pembangkit listrik bermasalah dalam 10 tahun ke depan. Mayoritas pembangkit yang akan dilanjutkan itu merupakan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pembangunan pembangkit yang bermasalah dilaksanakan pada tahun anggaran 2011–2023 dan 2013–2015. Dalam pelaksanaannya, beberapa proyek mengalami kendala di lapangan. Dari total 34 pembangkit, 31 di antaranya merupakan PLTU.

Direktur Energi Primer PLN Rudy Hendra Prastowo mengatakan bahwa saat ini pembangkit berbahan bakar batu bara merupakan sumber energi yang paling murah dan tersedia di dalam negeri.

“Yang banyak berkontrak memang PLTU, karena saat itu sumber energi yang murah dan banyak tersedia di negara kita adalah batu bara, sehingga untuk mewujudkan kelistrikan yang masih diperlukan, ya PLTU batu bara,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/10/2021).

PLN mendata, setidaknya ada 34 pembangkit listrik masuk dalam proyek yang terkendala. Mayoritas atau 31 pembangkit merupakan PLTU, sedangkan sisanya merupakan pembangkit listrik tenaga minihidro. Total kapasitas dari seluruh pembangkit tersebut mencapai 625 megawatt (MW).

Sebagian proyek terkendala sudah beroperasi baik dengan penyelesaian proyek terkait maupun dengan penggantian dengan proyek lain atau dengan gardu induk (GI). Selain itu, terdapat satu proyek terkendala yang sudah determinasi, yaitu PLTU Ambon Waai 2x15 MW.

Proyek-proyek terkendala lain sudah direncanakan penyelesaiannya, baik dengan merampungkan pembangkit terkait maupun dengan penggantian pembangkit atau pembangunan GI.

Proyek-proyek yang dalam waktu dekat akan diselesaikan, seperti PLTU Malinau 2x3 MW, PLTU Tanjung Redeb 2x7 MW, PLTU Sofifi 2x3 MW, dan PLTU Talaud 2x3 MW.

Kemudian, PLTU Parit Baru 2x50 MW, PLTU Bengkayang 2x17,5 MW, dan PLTU Alor 2x3 MW. Selain itu ada pembangkit lain yang dievaluasi workability-nya, baik dari sisi penyelesaian masalah hukum maupun penyelesaian konstruksi di lapangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN pltu
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top