Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Petani Minta Pemerintah Benahi Manajemen Stok Jagung

Kalangan petani jagung meminta pemerintah membenahi manajemen stok jagung nasional demi mencegah terulangnya lonjakan harga.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 13 Oktober 2021  |  20:59 WIB
Petani Minta Pemerintah Benahi Manajemen Stok Jagung
Ilustrasi. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan petani jagung meminta pemerintah membenahi manajemen stok jagung nasional demi mencegah terulangnya lonjakan harga.

Ketua Umum Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) Sholahuddin mengatakan bahwa 60 persen produksi jagung jatuh pada semester I/2021. Namun, kebutuhan cenderung konstan setiap bulannya.

“Panen 60 persen pada semester I/2021, dan puncaknya di Februari–Maret, karena musim hujan kadar air tinggi dan serapan cenderung konstan, imbasnya harga sering turun,” kata Sholahuddin, Rabu (13/10/2021).

Sholahuddin menuturkan, penyerapan oleh pemerintah bisa melindungi harga di petani saat panen, sekaligus menjamin pasokan ketika produksi lebih rendah dari kebutuhan, sebagaimana yang terjadi pada semester II/2021.

Terlepas dari situasi defisit sekarang, Sholahuddin meyakini Perum Bulog yang tengah ditugasi menyerap 30.000 ton jagung bisa merealisasikan amanat tersebut.

Dia mengatakan bahwa produksi jagung masih berlanjut, meski terbatas pada lahan sawah.

“Jika targetnya 30.000 ton untuk cadangan masih bisa, tetapi perlu dipastikan harga pembeliannya sesuai,” katanya.

Dia pun memberi usul agar pemerintah merevisi batas harga jagung pipil kering kadar air 15 persen yang kini dipatok Rp4.500 per kilogram.

Dalam usulan peternak, harga jagung diharapkan memakai rentang harga Rp4.000 sampai dengan Rp5.000 per kilogram.

Neraca bulanan jagung Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian sendiri memperlihatkan surplus jagung terjadi pada kurun Januari–April 2021, dengan volume surplus terbesar pada Februari sebesar 1,25 juta ton. Pada Agustus, neraca jagung defisit sebesar 188.524 ton.

Sementara itu, total kebutuhan jagung mencapai 859.500 ton. Sebanyak 787.500 ton merupakan kebutuhan pabrik pakan, dan 72.000 ton merupakan kebutuhan peternak layer mandiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jagung harga jagung
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top