Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jamu Didaftar untuk Masuk Warisan UNESCO Tahun Depan

Gabungan Pengusaha (GP) Jamu sedang mengupayakan agar jamu masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Ilustrasi. Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji./Antara
Ilustrasi. Pedagang jamu tradisional di Banjarbaru, Tarmuji./Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Pengusaha (GP) Jamu sedang mengupayakan agar jamu masuk ke dalam warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Ketua Umum GP Jamu Dwi Ranny Pertiwi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam proses melengkapi persyaratan berkas untuk diajukan pada Maret 2022.

Dia menuturkan, saat ini ada sejumlah produk lain yang juga dalam antrean pendaftaran ke UNESCO, di antaranya rendang, tenun, dan Reog Ponorogo.

“Saya berharap untuk 2022 nanti bisa jamu dulu yang diajukan, karena kondisinya sedang tepat. Kondisi pandemic Covid-19 membuat orang banyak minum jamu, bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai negara,” kata Dwi kepada Bisnis, Senin (11/10/2021).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman hayati terbesar kedua dunia dan memiliki lebih dari 30.000 jenis tumbuhan, 7.000 tanaman berkhasiat obat, serta lebih dari 2.500 jenis unggulan obat.

Adapun, di dalam negeri tercatat ada 846 industri jamu dengan sektor kecil dan menengah.

Sementara itu, kinerja industri jamu melandai di tengah menurunnya kasus Covid-19 di dalam negeri. Dwi mematok pertumbuhan penjualan industri jamu sebesar 5 persen pada tahun depan.

Dia juga mengatakan, melonjaknya permintaan jamu karena pandemi sempat memunculkan kelangkaan bahan baku di pasaran.

Kini, kendala tersebut sudah mulai teratasi dengan perluasan lahan tanaman obat atau peternakan bagi produsen yang memanfaatkan bahan hewani.

“Kalau nanti permintaan tidak banyak, ya kami berinovasi lagi, membuat produk baru atau persiapan untuk ekspor,” ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Lili Sunardi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper