Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ponsel Ilegal Ditekan, Industri Optimistis Tumbuh

Aturan blokir barang ilegal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1/2020 tentang pengendalian alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler melalui IMEI.
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). /Antara Foto-Septianda Perdana
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). /Antara Foto-Septianda Perdana

Bisnis.com, JAKARTA — Industri ponsel dalam negeri optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini, didorong peredaran barang ilegal yang telah ditekan dan penanganan pandemi yang membaik.

Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula mengatakan meski optimistis, pihaknya juga bersikap waspada untuk potensi munculnya gelombang pandemi selanjutnya. Namun, dia tak menyebut proyeksi pertumbuhan yang dikejar untuk tahun ini.

"Semua anggota [APSI] cukup happy dan optimistis. Saya tidak bisa kasih [angka] forecast, karena situasi masih waspada," kata Hasan di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Sementara itu, pemberlakuan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk perangkat telekomunikasi diakui secara efektif menekan peredaran barang ilegal. Hal itu tak hanya berdampak pada kinerja pasar dalam negeri, tetapi memacu iklim usaha dan investasi menjadi lebih kondusif.

Aturan blokir barang ilegal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1/2020 tentang pengendalian alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler melalui IMEI.

"Sejak IMEI control berlaku, kami sudah melihat handphone ilegal hampir hilang. Otomatis akan membantu semua channel, bisa meningkatkan produksi dan investasi di industri ini," katanya.  

Sementara itu, Oppo Indonesia menargetkan pertumbuhan penjualan berkisar 3–5 persen sepanjang tahun ini. Public Relation Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto Aji mengatakan secara umum kondisi pasar pada tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Misalnya, pertumbuhan pada Maret 2021 mencapai 5–8 persen, dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020 ketika Covid-19 mulai menyebar di Indonesia.

"Sepanjang tahun ini di angka 3–5 persen masih ada lah. Hanya kami masih belum tahu situasi ke depan seperti apa," kata Aryo.

Aryo mengatakan kinerja yang anjlok pada tahun lalu sebagian besar disebabkan karena pembatasan pergerakan yang mewajibkan pusat perbelanjaan untuk tutup. Hal itu berimbas pada performa jalur distribusi luring Oppo yang masih mendominasi di angka 80-90 persen.

"[Distribusi] Daring di kami baru 10 persen. Luring termasuk besar dan lebih banyak," katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper