Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ponsel Ilegal Ditekan, Industri Optimistis Tumbuh

Aturan blokir barang ilegal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1/2020 tentang pengendalian alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler melalui IMEI.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 September 2021  |  16:31 WIB
Ponsel Ilegal Ditekan, Industri Optimistis Tumbuh
Sejumlah remaja menggunakan ponsel saat berkomunikasi di Medan, Sumatera Utara, Jumat (17/4/2020). - Antara Foto/Septianda Perdana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Industri ponsel dalam negeri optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini, didorong peredaran barang ilegal yang telah ditekan dan penanganan pandemi yang membaik.

Ketua Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) Hasan Aula mengatakan meski optimistis, pihaknya juga bersikap waspada untuk potensi munculnya gelombang pandemi selanjutnya. Namun, dia tak menyebut proyeksi pertumbuhan yang dikejar untuk tahun ini.

"Semua anggota [APSI] cukup happy dan optimistis. Saya tidak bisa kasih [angka] forecast, karena situasi masih waspada," kata Hasan di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Sementara itu, pemberlakuan pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI) untuk perangkat telekomunikasi diakui secara efektif menekan peredaran barang ilegal. Hal itu tak hanya berdampak pada kinerja pasar dalam negeri, tetapi memacu iklim usaha dan investasi menjadi lebih kondusif.

Aturan blokir barang ilegal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 1/2020 tentang pengendalian alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang tersambung ke jaringan bergerak seluler melalui IMEI.

"Sejak IMEI control berlaku, kami sudah melihat handphone ilegal hampir hilang. Otomatis akan membantu semua channel, bisa meningkatkan produksi dan investasi di industri ini," katanya.  

Sementara itu, Oppo Indonesia menargetkan pertumbuhan penjualan berkisar 3–5 persen sepanjang tahun ini. Public Relation Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto Aji mengatakan secara umum kondisi pasar pada tahun ini sudah jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Misalnya, pertumbuhan pada Maret 2021 mencapai 5–8 persen, dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020 ketika Covid-19 mulai menyebar di Indonesia.

"Sepanjang tahun ini di angka 3–5 persen masih ada lah. Hanya kami masih belum tahu situasi ke depan seperti apa," kata Aryo.

Aryo mengatakan kinerja yang anjlok pada tahun lalu sebagian besar disebabkan karena pembatasan pergerakan yang mewajibkan pusat perbelanjaan untuk tutup. Hal itu berimbas pada performa jalur distribusi luring Oppo yang masih mendominasi di angka 80-90 persen.

"[Distribusi] Daring di kami baru 10 persen. Luring termasuk besar dan lebih banyak," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur ponsel ponsel ilegal
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top