Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SKK Migas Kumpulkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Bahas Target Lifting 2022

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar diskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk menyelaraskan strategi serta program kerja jangka pendek dalam menghadapi target lifting 2022.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 28 September 2021  |  05:55 WIB
SKK Migas Kumpulkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama Bahas Target Lifting 2022
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dalam sebuah paparan kinerja dengan media. Istimewa - SKK Migas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar diskusi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk menyelaraskan strategi serta program kerja jangka pendek dalam menghadapi target lifting 2022.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan bahwa diskusi dengan Kementerian ESDM dan KKKS merupakan salah satu upaya untuk mencapai target 2022, yaitu 703.000 barel minyak per hari (bopd) dan 5,800 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

“Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus juga digunakan untuk menandai pembukaan pembahasan WP&B [Work, Program, & Budget] 2022,” katanya seperti dikutip dalam keterangan resmi, Senin (27/9/2021).

Dwi menuturkan, dalam pertemuan tersebut para pimpinan KKKS menyampaikan masukan atau dukungan yang diperlukan untuk merealisasi kegiatan pada 2022, baik untuk mencapai target jangka pendek maupun jangka Panjang.

Misalnya, kata dia, terkait dengan proses pengadaan, perizinan, atau usulan insentif untuk menaikkan keekonomian pengembangan lapangan migas.

Berdasarkan diskusi yang dilakukan, masih terdapat sejumlah kendala yang dialami KKKS yang menyebabkan kegagalan operasi, seperti persoalan pertanahan dan perizinan.

“Hal ini tentunya perlu ditangani segera. Koordinasi antara SKK Migas, KKKS, dan pemangku kepentingan terkait harus dilakukan mulai akhir 2021, sehingga ada kepastian kegiatan yang dapat dilakukan pada 2022,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial mengatakan bahwa diskusi yang digelar bersama dengan SKK Migas dan pimpinan KKKS menjadi tempat komunikasi yang efektif untuk mengawal target produksi hulu migas.

Dalam pertemuan secara virtual itu, Ego mengingatkan, pentingnya agen dan transformasi hulu migas dengan harapan tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional.

“Demi tercapainya hal tersebut, Kementerian ESDM bersama Kementerian Keuangan dan SKK Migas terus berupaya menciptakan iklim investasi yang menarik dan kompetitif,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip mengatakan bahwa Pertamina memiliki tanggung jawab besar atas pencapaian target nasional.

“Sebagai pengelola wilayah kerja terbesar di Indonesia, tentunya performance Pertamina menjadi sangat dominan. Hal ini menjadi tantangan besar, namun dengan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan SKK Migas kami optimistis dapat mencapai target yang diembankan kepada kami,” ujarnya.

Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan pun mengapresiasi langkah-langkah transformasi SKK Migas, seperti One Door Service Policy (ODSP).

“Penerapan ODSP sudah cukup baik. Kami berharap SKK Migas dapat terus melakukan continuous improvement, sehingga SKK Migas dan KKKS dapat lebih fokus kepada hal-hal krusial lainnya,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas kkks lifting migas
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top