Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Angkutan Logistik ASDP Naik 13,3 Persen di Tengah Pandemi

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari–Juli 2021. Jumlah itu naik 13,3 persen bila dibandingkan dengan periode sama pada 2020 yang sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 23 September 2021  |  10:05 WIB
Foto udara dermaga 6 eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (29/4/2019)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam
Foto udara dermaga 6 eksekutif di Pelabuhan Merak, Banten, Senin (29/4/2019)./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah melayani 3,23 juta kendaraan logistik pada periode Januari–Juli 2021. Jumlah itu naik 13,3 persen bila dibandingkan dengan periode sama pada 2020 yang sebanyak 2,80 juta kendaraan logistik.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan bahwa ASDP berhasil mengangkut 465.000 ton barang pada semester I/2021. Jumlah itu 82 persen dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2021 sebanyak 565 ribu ton barang.

Jumlah itu juga naik 18 persen dari realisasi di periode sama pada 2020 yang sebanyak 395.000 ton. 

“Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan memukul perekonomian berbagai sektor di Tanah Air, termasuk industri penyeberangan. ASDP optimistis tetap bertahan di tengah pandemi dengan terus menghadirkan layanan prima, utamanya terhadap sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan,” katanya, Kamis (23/9/2021).

Ira menuturkan, sejak 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan dengan 2019 sebelum kasus Covid-19 melanda Indonesia.

Pemicunya, ujar dia, adalah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat perusahaan sempat menutup layanan untuk penumpang secara total pada masa pandemi Covid-19 di awal 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat.

Kendati begitu, dia menyebut bahwa layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil.

“Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang penyeberangan ASDP selama pandemi Covid-19,” tuturnya.

Lebih lanjut Ira memerinci, pada semester I/2021 ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,70 triliun, naik 18,8 persen dari realisasi semester I/2020 sebesar Rp1,43 triliun. Nilai pendapatan ini mencapai 91 persen dari target RKAP 2021 sebesar Rp1,86 triliun.

Selanjutnya, ASDP juga berhasil membukukan laba sebesar Rp156 miliar, meningkat 289 persen dibandingkan dengan realisasi periode sama tahun lalu yang minus Rp80,5 miliar. Capaian di semester I/2021 juga sudah 474 persen dari target RKAP 2021 yang dipatok Rp32 miliar.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan bermutu prima kepada seluruh stakeholder, terutama pengguna jasa penyeberangan dan pelabuhan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini. Kami tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di pelabuhan dan kapal juga ditingkatkan dan dilaksanakan secara ketat sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Sebagai informasi, tahun ini ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp3,8 triliun dengan capaian laba bersih sebesar Rp111,24 miliar.

Adapun, produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 5,9 juta orang, kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 3,3 juta unit, kendaraan roda empat sebanyak 2,9 juta unit, dan total barang yang diangkut 1,2 juta ton.

Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis di masa Covid-19 dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit.

Salah satu komitmennya adalah ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di empat pelabuhan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk.

Perusahaan juga menerapkan metode pembayaran nontunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 20 pelabuhan ASDP telah mencapai 100 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp angkutan logistik
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top