Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peternak Minta Jokowi Impor Jagung Untuk Stabilkan Harga Pakan

Usulan impor itu berangkat dari kegelisahan peternak lantaran harga jagung untuk pakan sudah melampui harga acuan Kementerian Perdagangan di posisi Rp6,200 per kilogram. Padahal, harga acuan dari Kementerian Perdagangan di angka Rp4,500.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 September 2021  |  13:54 WIB
Harga jagung naik menyentuh level tertinggi dalam delapan tahun. (Bloomberg)
Harga jagung naik menyentuh level tertinggi dalam delapan tahun. (Bloomberg)

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Herry Dermawan meminta pemerintah mengimpor jagung untuk menstabilkan harga pakan ternak yang melambung tinggi selama satu triwulan ke belakang.

Permintaan itu disampaikan Herry bersama perwakilan peternak lainnya saat bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Rabu (15/9/2021) di Istana Negara, Jakarta. Jokowi, menurut Herry, menilai positif usulan impor jagung itu.

“Kalau memang barangnya [jagung] tidak ada kita tidak usah malu untuk impor. Kita usulkan impor terbuka atau tertutup. Artinya, ketika masa panen kita tidak boleh impor,” kata Herry melalui sambungan telepon kepada Bisnis, Senin (20/9/2021).

Usulan impor itu berangkat dari kegelisahan peternak lantaran harga jagung untuk pakan sudah melampui harga acuan Kementerian Perdagangan di posisi Rp6,200 per kilogram. Padahal, harga acuan dari Kementerian Perdagangan di angka Rp4,500.

Di sisi lain, perwakilan peternak menyangsikan laporan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengklaim adanya surplus jagung mencapai 2 juta ton pada tahun ini. Sementara, harga jagung malah mengalami kenaikan yang signifikan.

“Jangan-jangan barangnya tidak ada, berarti pemerintah salah catat tetapi kalau ada yang menimbun barang itu pasti keluar harga jagung pasti turun,” kata dia.

Berdasarkan catatan Gopan per September ini, harga DOC atau anak ayam berada di antara Rp6,500 hingga Rp7000 per ekor. Pakan berada di kisaran Rp7.950 sampai dengan Rp8.100. Sementara biaya pokok peternak di kisaran Rp19.000 sampai dengan Rp19.500. Harga jual dua pekan terakhir di posisi Rp16.500 sampai dengan Rp18.000.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berkomitmen untuk memecahkan persoalan para peternak mandiri yang mengalami kesulitan pakan akibat pandemi Covid 19 yang berkepanjangan.

Rencananya, pemerintah bakal mendekatkan distribusi pakan ternak khusus jagung dari sejumlah sentra di wilayah produksi lain.

"Sesuai petunjuk Bapak Presiden, kita akan melakukan langkah cepat pada minggu ini agar kebutuhan jagung khususnya di tiga tempat yang bersoal, yakni Klaten Blitar dan Lampung bisa tertangani dengan harga yang sangat normatif. Kalau perlu menggunakan subsidi subsidi tertentu," kata Syahrul melalui keterangan resmi, Kamis (16/9/2021).

Selain itu, Syahrul berjanji akan menambah lebih banyak sentra pakan khusus jagung pada daerah yang memiliki basis peternakan. Selanjutnya, kementerian akan melakukan penjagaan dan stabilitas harga agar tetap dalam kendali serta memperbaiki regulasi dan aturan yang bisa melindungi peternak.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi impor jagung peternakan
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top