Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pakai APBN dan APBD, PLTS Atap di Jateng Capai 995 kWp

Provinsi Jawa Tengah menggenjot penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan memanfaatkan anggaran APBN dan APBD. Hingga kini, total daya terpasang di daerah itu mencapai 995 kilowatt peak (kWp).
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 17 September 2021  |  19:37 WIB
Pakai APBN dan APBD, PLTS Atap di Jateng Capai 995 kWp
Ilustrasi suasana instalasi panel surya dari ketinggian di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (27/8/2020). Penggunaan pembangkit listrik tenaga surya ini sebagai upaya mendukung penggunaan energi yang ramah lingkungan, efektif dan efisien. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Provinsi Jawa Tengah menggenjot penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dengan memanfaatkan anggaran APBN dan APBD. Hingga kini, total daya terpasang di daerah itu mencapai 995 kilowatt peak (kWp).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan bahwa selama ini pihaknya mengandalkan pembiayaan dari APBN dan APBD untuk menyokong program pengembangan PLTS atap.

Sejumlah program telah dilakukan Pemda, seperti PLTS solar home system (SHS), PLTS komunal off-grid, penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS), maupun PLTS atap di bangunan public, seperti kantor pemerintahan dan sekolah/pesantren.

“Hingga 2021, sudah terbangun 995 kWp PLTS di Jawa Tengah yang dipasang dengan APBN sebanyak 881 kWp, dan APBD provinsi serta kabupaten 114 kWp,” katanya saat webinar, Jumat (17/9/2021).

Jumlah tersebut, kata dia, akan bertambah dengan dibangunnya PLTS atap di kawasan industri UMKM serta pondok pesantren. Total PLTS yang akan dipasang mencapai 31 unit dengan kapasitas 192 kWp.

Selain itu, Pemda juga sedang meramu peta jalan energi surya. Langkah ini untuk memberikan panduan pengembangan PLTS di Jateng.

Program itu disebut untuk menarik lebih banyak investasi pada PLTS atap, baik skala industri, rumah tangga, maupun pembangunan PLTS terapung.

Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut potensi teknis surya di Jawa Tengah mencapai 193–670 gigawatt peak (GWp), dengan total potensi pembangkitan dari PLTS mencapai 285-959 terawatt-hour (TWh) per tahun.

“Dengan menyediakan dan mendukung pengembangan PLTS, maka Jateng dapat menjadi tujuan investasi untuk industri yang membutuhkan energi terbarukan agar tetap kompetitif,“ kata Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa.

Sementara itu, Jateng juga mulai mengandalkan energi surya untuk mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 12,94 persen pada 2021. Salah satunya dengan mendorong pemanfaatan PLTS atap di sektor industri dan komersial.

Komitmen tersebut disambut positif oleh kalangan industri. Terbukti dari total 8,8 MW PLTS yang sudah terpasang di Jateng, 4,3 MWp di antaranya berasal dari industri. Pemprov juga sedang menjajaki pembangunan PLTS di Kawasan Industri Kendal (KIK).

“Untuk skema investasi, saat ini kami berencana untuk membangun PLTS atap di Kantor Gubernur Jateng dan PT Sango Ceramics Indonesia dengan tiga macam skema [pembelian langsung, leasing, dan sewa],” kata Kadis ESDM Jateng Sujarwanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah plts
Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top