Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Baik! Pemerintah Tancap Gas Buka Destinasi Wisata bagi Wisman

Pembukaan kembali 18 destinasi wisata itu termasuk di dalamnya kawasan pariwisata seperti Bali, Batam, dan Bintan.  
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 14 September 2021  |  14:40 WIB
Kabar Baik! Pemerintah Tancap Gas Buka Destinasi Wisata bagi Wisman
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. - Bisnis.com/Janlika
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengumumkan pemerintah akan membuka kembali 18 destinasi wisata bagi wisatawan mancanegara seiring pelandaian kurva pandemi di Tanah Air.

Pembukaan kembali 18 destinasi wisata itu termasuk di dalamnya kawasan pariwisata seperti Bali, Batam, dan Bintan.  

Rencana itu disampaikan Sandi setelah Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Global Tourism Forum Leader Summit Asia yang berlangsung pada 15-16 September 2021. 

“Kita akan melanjutkan persiapan pembukaan kembali Bali dan juga 18 destinasi lainnya termasuk Batam dan Bintan sebagai rencana uji coba pembukaan pintu Indonesia bagi wisatawan mancanegara,” kata Sandi saat membuka perhelatan Global Tourism Forum Leader tersebut secara daring, Selasa (14/9/2021). 

Selain itu, Sandi menuturkan Presiden Joko Widodo meminta untuk mempercepat pembangunan infrastruktur 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas atau DPSP bagi wisatawan internasional. Sandi mengatakan proyek 5 DPSP itu tengah menjadi isu utama kementeriannya seiring pelandaian kurva pandemi sejak pertengahan bulan lalu. 

“Lima destinasi super prioritas itu akan dilanjutkan untuk menjadi fokus kita sehingga wisatawan mancanegara dapat tinggal dan memiliki pengalaman yang berkualitas setelah mengunjungi Indonesia,” kata dia. 

Adapun, 5 DSPS yang dimaksud Sandi adalah Danau Toba, Borobudur, Lombok, Labuan Bajo, dan Manado-Bitung-Likupang. Kementerian PUPR telah menganggarkan Rp4,01 triliun untuk 108 paket konstruksi yang tersebar pada kelima DSPS tersebut.

DSPS Danau Toba memiliki anggaran terbesar atau mencapai Rp1,07 triliun untuk 21 paket konstruksi. Pada bidang jalan dan jembatan, Kementerian PUPR akan melakukan preservasi jalan dan jembatan Batas Kabupaten Dairi-Dolok Sanggul dan penanganan jalan akses wisata rohani di Kabupaten Samosir.

Kementerian PUPR akan melakukan penataan Kampung Ulos Huta Raja dan Huta Siallaga serta peningkatan kualitas rumah swadaya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk pondok wisata (homestay).

Berdasarkan catatan Kementerian PUPR, DSPS dengan paket konstruksi terbanyak adalah DSPS Labuan Bajo, yakni 26 paket konstruksi. Tetapi, anggaran yang dialokasikan merupakan salah satu yang terkecil atau senilai Rp630 miliar. 

DSPS Mandalika memiliki rata-rata anggaran per paket terbesar. Pasalnya, paket konstruksi pada DSPS tersebut hanya 17 kegiatan dengan total anggaran mencapai Rp950 miliar.

Adapun, beberapa kegiatan konstruksi yang akan dilakukan di DSPS Mandalika adalah pembangunan Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) - Mandalika 2 dan penataan kawasan 3 Gili di Lombok Utara. 

Pada DSPS Borobudur, Kementerian PUPR berencana melakukan preservasi Jalan Pringsurat-Secan-Keprekan dan pembangunan prasarana pengendali banjir Sungai Serang untuk mengurangi risiko banjir kawasan Bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) Kabupaten Kulon Progo.

Secara total, akan ada 19 paket konstruksi pada DSPS Borobudur yang telah dilelang senilai Rp900 triliun. 

Terakhir, DSPS Manado-Bitung-Likupang memiliki anggaran terkecil dibandingkan DSPS lainnya atau hanya Rp480 miliar. Sementara itu, paket konstruksi yang akan dilaksanakan di destinasi wisata tersebut mencapai 25 paket.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata sandiaga uno PPKM
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top