Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekanan Inflasi Berpotensi Meningkat di Oktober, Berikut Pemicunya

Peningkatan harga yang bisa memicu inflasi tersebut didorong oleh permintaan masyarakat, cuaca yang mendukung, dan kelancaran distribusi.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 September 2021  |  15:53 WIB
Seorang pelanggan menggunakan Go-Pay untuk berbelanja buah di Pasar Modern Town Market, Kota Tangerang pada Kamis (4/4/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko
Seorang pelanggan menggunakan Go-Pay untuk berbelanja buah di Pasar Modern Town Market, Kota Tangerang pada Kamis (4/4/2019). - Bisnis/Leo Dwi Jatmiko

Bisnis.com, JAKARTA - Tekanan inflasi diperkirakan meningkat pada Oktober 2021 dan Januari 2022, dipengaruhi oleh faktor harga bahan baku.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), Ekspektasi Harga Umum (IEH) pada Oktober 2021 tercatat sebesar 123,0, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 112,7.

Di samping itu, IEH pada Januari 2022 juga tercatat meningkat menjadi sebesar 134,2, lebih tinggi dari posisi bulan sebelumnya sebesar 129,3.

“Responden menyatakan hal tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku,” tulis BI dalam laporannya, Kamis (9/9/2021).

Sejalan dengan itu, kinerja penjualan eceran pada Oktober 2021 diperkirakan meningkat, di mana Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) tercatat sebesar 142,9, naik dari bulan sebelumnya sebesar 139,2.

Responden memperkirakan peningkatan tersebut didorong oleh permintaan masyarakat, cuaca yang mendukung, dan kelancaran distribusi.

Sementara itu, IEP pada Januari 2021 tercatat sebesar 160,8, sedikit menurun dibandingkan dengan 161,4 pada bulan sebelumnya.

Responden memperkirakan, penurunan tersebut disebabkan oleh faktor musiman normalisasi permintaan pasca momentum Natal dan tahun baru.

Adapun pada Juli 2021, kinerja penjualan eceran mengalami kontraksi -2,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2021, setelah sebelumnya mencatatkan pertumbuhan yang positif 2,5 persen yoy pada Juni 2021.

Pada periode tersebut, sebagian besar kelompok mengalami kontraksi, terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar -36,5 persen yoy.

Kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya juga mencatatkan kontraksi yang dalam, sebesar -22,3 persen yoy, serta barang budaya dan rekreasi sebesar -20 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Inflasi penjualan eceran
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top