Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah 89 Persen, PTBA Siap Operasikan 1 Unit PLTU Sumsel 8 Akhir Tahun Ini

PT Bukit Asam Tbk. menargetkan dapat mengoperasikan satu unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Sumsel 8 pada akhir tahun ini. Hingga kini, pengerjaan PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia itu telah mencapai 80 persen.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 06 September 2021  |  20:05 WIB
Sudah 89 Persen, PTBA Siap Operasikan 1 Unit PLTU Sumsel 8 Akhir Tahun Ini
Ilustrasi pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). - ANTARA/Muhammad Iqbal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk. menargetkan dapat mengoperasikan satu unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang Sumsel 8 pada akhir tahun ini. Hingga kini, pengerjaan PLTU mulut tambang terbesar di Indonesia itu telah mencapai 80 persen.

Sekalipun di tengah situasi pandemi, kami telah berhasil menyelesaikan 89,4 persen progres konstruksi. Insyaallah, akhir tahun ini akan siap unit satu dan Maret 2022 akan siap unit kedua,” kata Direktur Pengembangan Usaha PTBA Iskandar Zulkarnain dalam Public Expose yang dipantau di Jakarta, Senin (6/9/2021).

PLTU Sumsel 8 merupakan pembangkit listrik tenaga batu bara dengan skema mulut tambang yang terletak paralel terhadap lokasi pertambangan batu bara, sehingga bisa mengurangi biaya logistik.

PLTU itu direncanakan akan memiliki kapasitas 2x620 megawatt dan akan tersambung dengan transmisi Sumatera 500 kilovolt, dan transmisi HVDC Jawa–Sumatera.

Proyek pembangkit tersebut nantinya membutuhkan 5,4 juta ton batu bara per tahun. Perseroan menyatakan pembangkit tersebut akan memakai teknologi ramah lingkungan, yakni super critical yang diklaim mampu menekan emisi dari aktivitas pembakaran batu bara.

Nilai investasi pembangkit mencapai US$1,68 miliar dengan skema pendanaan BUMN dan swasta melalui konsorsium Bukit Asam dan China Huadian Hongkong Company Ltd.

Selain menggarap bisnis energi fosil, emiten dengan kode saham PTBA itu juga melakukan ekspansi bisnis ke sektor energi baru terbarukan, salah satunya adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Bandara Soekarno Hatta yang bekerja sama dengan Angkasa Pura II.

Bukit Asam juga berencana menggarap proyek PLTS di lahan pascatambang di Ombilin, Sumatera Barat, berkapasitas 200 megawatt; Tanjung Enim, Sumatera Selatan, berkapasitas 200 megawatt; dan Bantuas di Kalimantan Timur.

Saat ini, PTBA juga masih melakukan komunikasi dengan PLN agar bisa menjadi penghasil energi independen (independent power producer/IPP) terkait bisnis PLTS lahan pascatambang pada 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptba pltu

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top