Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fluktuasi Harga CPO Terhadap Biodiesel Masih Terantisipasi

Pada tahun depan seiring dengan ekspansi sejumlah perusahaan, kapasitas produksi industri dapat mendapai 14 juta kilo liter. Jika program biodiesel masih B30 pada tahun depan, konsumsi dalam negeri diperkirakan naik hingga 10 juta, yang masih bisa dipenuhi oleh industri.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 06 September 2021  |  18:46 WIB
Petugas mengisi bahan bakar B30 ke kendaraan saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019).  - Antara/Aprillio Akb
Petugas mengisi bahan bakar B30 ke kendaraan saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - Antara/Aprillio Akb

Bisnis.com, JAKARTA — Fluktuasi harga crude palm oil (CPO) masih terantisipasi oleh industri biodiesel dalam negeri karena adanya subsidi pemerintah.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Master Parulian Tumanggor mengatakan sejauh ini selisih antara harga CPO dengan harga minyak mentah masih dapat ditutupi oleh insentif subsidi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Program Biodiesel 30 persen (B30) diketahui terdiri atas campuran minimal 30 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dan 70 persen solar.

"[Jumlah] Yang ditutup oleh BPDPKS adalah selisih harga FAME dengan harga solar. Nah sepanjang beriring kenaikannya, crude oil naik, CPO naik, ya tidak masalah," katanya kepada Bisnis, Senin (6/9/2021).

Pada tahun lalu saja, subsidi untuk biodiesel tercatat sebesar Rp28,01 triliun untuk menyalurkan B30 sebesar 8,42 juta kilo liter. Subsidi pada tahun ini diperkirakan akan naik seiring dengan proyeksi konsumsi biodiesel dalam negeri sebesar 9,2 juta kilo liter.

Master melanjutkan kinerja produksi industri untuk tahun ini berjalan 2021 relatif tidak menemui kendala. Kapasitas produksi industri saat ini rata-rata 12,5 juta kilo liter sehingga dapat memenuhi kewajiban suplai dalam negeri sebesar 9 juta kilo liter.

Pada tahun depan seiring dengan ekspansi sejumlah perusahaan, kapasitas produksi industri dapat mendapai 14 juta kilo liter. Jika program biodiesel masih B30 pada tahun depan, konsumsi dalam negeri diperkirakan naik hingga 10 juta, yang masih bisa dipenuhi oleh industri.

"Kami juga berharap nantinya bisa menjadi B40 pada 2022, paling tidak pada pertengahan tahun," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

energi cpo Biodiesel
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top