Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BUMN Pelabuhan Merger per 1 Oktober, Namanya Jadi Pelindo

Merger BUMN pelabuhan akan menjadikan Pelindo I-IV menjadi satu nama.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 01 September 2021  |  18:59 WIB
Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepulauan Riau. - Pelindo I
Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepulauan Riau. - Pelindo I

Bisnis.com, JAKARTA – Nama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelabuhan pasca merger tak ada lagi embel – embel angka I, I,II,II, atau IV melainkan hanya PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Direktur Utama Pelindo I Prasetyo menjelaskan nama perusahaan baru yang telah disepakati pasca integrasi dilakukan adalah PT Pelabuhan Indonesia. Dia lantas memerinci dengan empat subholding yang dibentuk. Pertama non peti kemas akan berkantor di Medan dengan nama Pelindo Multi terminal. Kemudian yang kedua yang berfokus untuk peti kemas adalah di Surabaya dengan nama Terminal Peti Kemas Indonesia.

“Untuk lini logistik akan ada di Jakarta dengan nama Pelindo Solusi Logistik dan terakhir di sektor marine services ada di Makassar,” jelasnya, Rabu (1/9/2021).

Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wirjoatmodjo menjelaskan dalam merger Pelindo ini merencanakan agar pelabuhan nasional terintegrasi. Selain peti kemas, Menurutnya yang cukup penting dalam integrasi ini adalah agar jasa multimoda yang dapat mengintegrasikan rantai pasok selanjutnya.

Tanggung jawab ini akan dipikul oleh subholding logistik dan hinterland agar bisa melanjutkan dengan multimoda lainnya. Dia mencontohkan untuk mengembangkan yang saat ini juga sudah banyak menggunakan kereta api agar masuk melalui pelabuhan. Opsi ini lebih beragam dibandingkan dengan selama ini yang hanya ada truk.

“Jadi dengan multimoda, selama ini yang kita khawatirkan persoalan truk odol lama-lama juga bisa berkurang menuju logistik modern. Kalau mencontoh negara lain, alur lalu lintas barang dari titik awal sampai titik akhir bisa cepat dan tepat waktu,” jelasnya.

Tak hanya itu, Tiko juga mengharapkan di sub holding non kontainer nantinya seperti Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) akan lebih muncul beragam spesialisasi baru. Pasalnya, kata dia, cukup banyak potensinya di Indonesia saat ini. Banyak pelabuhan yang bisa melayani sawit, batu bara, logistik curah kering, dan sektor lainnya yang potensial.

“Kami ingin banyak bermunculan ragam layanan lainnya tapi dengan efisiensi yang sama. Banyak yang dimiliki pelaku riil selama ini seperti PLN untuk Batu Bara. Jadi ini next step-nya buat Pelindo non peti kemas mengembangkan layanan yang kompetitif juga,” terangnya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengumumkan rancangan peleburan (merger) usaha empat pelabuhan milik negara menjadi satu di bawah bendera Pelindo. Total aset penggabungan Pelindo I, II, III, dan IV ini ditaksir mencapai Rp112 triliun dengan pendapatan Rp28,6 triliun.

Proses integrasi Pelindo rencananya akan terlaksana 1 Oktober 2021 dengan ditandai terbitnya legal merger. Sementara, Peraturan Pemerintah tentang Penggabungan BUMN Pelabuhan ini masih dalam proses penerbitan. Kemudian selanjutnya akan berlaku efektif setelah penandatanganan Akta Penggabungan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN pelindo
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top