Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri ESDM Ungkap Strategi Jangka Panjang Pemerintah Menuju Karbon Netral

Pemerintah menargetkan rata-rata penambahan kompor listrik 1,4 juta rumah tangga per tahun dan penambahan sekitar 10 juta sambungan jargas rumah tangga sampai dengan 2030.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 10 Agustus 2021  |  14:27 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan sejumlah strategi jangka panjang sektor energi menuju karbon netral di 2060.

Dari sisi suplai, ada tiga strategi yang akan diterapkan pemerintah untuk mencapai karbon netral. Pertama, pengembangan energi baru terbarukan (EBT) secara masif.

“Strategi jangka panjang sektor energi menuju karbon netral pada sisi suplai kami bertumpu pada pengembangan EBT, termasuk pemanfaatan energi lain, seperti nuklir, hidrogen, dan battery energy storage system,” ujar Arifin dalam acara HSBC Energy Transition Project, Selasa (10/8/2021).

Strategi kedua adalah pengurangan pemanfaatan energi fosil atau pemanfaatan teknologi carbon capture and storage atau carbon capture, utilization, and storage (CCS/CCUS).

Arifin menuturkan, pemerintah telah merancang program penghentian operasional PLTU dan PLTGU sesuai dengan usia pembangkit, dan tidak lagi menambah PLTU baru kecuali yang kontraknya telah berjalan.

“Kami juga terus mengikuti perkembangan teknologi CCS/CCUS, dan saat ini kami sudah lakukan program konversi penggantian PLTD dengan gas untuk transisi sebelum digantikan EBT,” katanya.

Strategi lain yang tak kalah penting adalah pengembangan interkoneksi transmisi dan smart grid. Pemerintah menargetkan interkoneksi transmisi listrik di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi dapat selesai pada 2024.

Sementara itu, dari sisi demand, ada empat strategi yang dicanangkan pemerintah. Di sektor rumah tangga, pemerintah mendorong pemanfaatan kompor listrik dan jaringan gas (jargas).

Pemerintah menargetkan rata-rata penambahan kompor listrik 1,4 juta rumah tangga per tahun dan penambahan sekitar 10 juta sambungan jargas rumah tangga sampai dengan 2030.

Kemudian di sektor transportasi, pemanfaatan sepeda motor listrik ditargetkan dapat mencapai 100 persen pada 2040 dan mobil listrik pada 2050. Pemerintah juga menargetkan setop impor BBM dan LPG maksimal di 2030 dan mendorong penggunaan biodiesel.

“Saat ini sudah mulai ada sosialisasi dan demand terhadap kendaraan listrik, meskipun kendaraan listrik masih mahal, tapi ke depan dengan teknologi makin berkembang, ini akan semakin kompetitif dan menarik untuk bisa kita kembangkan besar-besaran,” tutur Arifin.

Di sektor industri, pemerintah akan mendorong pertumbuhan industri sesuai jenis proses industri yang ada dan mendorong adanya transisi energi.

Sedangkan di sektor komersial dan lainnya, pemerintah mendorong optimasi konsumsi energi pada bangunan gedung di swasta dan pemerintahan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menteri esdm emisi karbon
Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top