Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendanaan Lahan LMAN Tumbuh di Tengah Pandemi, Ini Rahasianya!

Realisasi pendanaan LMAN hingga Juli tahun lalu sebesar Rp11 triliun. Sedangkan periode yang sama pada 2021 Rp13,40 triliun.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  15:58 WIB
Foto udara pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis(3/9/2020). Pembangunan jalan tol sepanjang 65Km tersebut ditargerkan rampung pada 2021. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi
Foto udara pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis(3/9/2020). Pembangunan jalan tol sepanjang 65Km tersebut ditargerkan rampung pada 2021. ANTARA FOTO - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi mengatakan bahwa mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada cara kerja.

Akan tetapi pendanaan pembebasan lahan proyek strategis nasional (PSN) yang dilakukan instansinya malah tumbuh positif. Basuki mencatat realisasi pendanaan LMAN hingga Juli tahun lalu sebesar Rp11 triliun. Sedangkan periode yang sama pada 2021 Rp13,40 triliun.

Akibat kementerian/lembaga pemerintah daerah, hingga perbankan yang bersatu padu untuk bersinergi, pendanaan lahan (PSN) bisa berjalan dengan baik dan tanpa tersendat.

“Kenapa itu bisa terjadi? Karena para stakeholder kita makin ke sini, sinergi dan koordinasinya makin baik,” katanya pada diskusi virtual, Jumat (30/7/2021).

Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Qoswara menjelaskan bahwa sepanjang pandemi Covid-19, lembaganya telah mengucurkan dana untuk pengadaan lahan sebesar Rp21,24 triliun.

Total tersebut terdiri atas Rp17,84 triliun sejak Maret 2020 hingga akhir tahun dan Rp13,40 triliun pada awal tahun 2021 sampai 23 Juli.

Jika melihat mekanisme yang baru, pembayaran langsung terus meningkat dari dana talangan. Tahun lalu, dana talangan mencapai 90 persen dan tahun ini turun drastis menjadi 49 persen.

“Ini adalah hal yang baik karena kita paham keadaan badan usaha terutama BUMN karya yang kurang baik finansialnya, berarti ada uang yang harus dikeluakan mereka. Dengan pambayaran langsung, otomatis mengurangi beban usaha itu sendiri,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lahan LMAN
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top