Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tagihan Play Store Terlampau Mahal, Google Dituntut Masyarakat Inggris

Bulan lalu, Google juga digugat oleh puluhan negara bagian di AS dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaannya atas penjualan dan distribusi aplikasi melalui Google Play store
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  12:33 WIB
Play Store - Istimewa
Play Store - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Google Alphabet Inc. menghadapi gugatan di London atas klaim bahwa mereka menagih terlalu besar kepada hampir 20 juta pelanggan Inggris untuk pembelian di toko aplikasi. Gugatan itu dilayangkan hanya sebulan setelah kasus serupa di Amerika Serikat.

"Biaya tambahan 30 persen di Google Play Store untuk pembelian digital berlebihan dan tidak adil," kata penggugat, dilansir Bloomberg, Kamis (29/7/2021).

Gugatan yang diajukan di Pengadilan Banding Kompetisi London itu mengatakan bahwa Google melanggar undang-undang persaingan Eropa dan Inggris dengan mengorbankan jutaan pelanggan setia di Inggris.

Toko aplikasi menghadapi pengawasan yang meningkat di Uni Eropa dan gugatan di AS oleh pengembang aplikasi Epic Games. Pengacara yang sama di balik klaim Google juga mengajukan gugatan serupa di London terhadap Apple pada Mei. Kedua raksasa teknologi itu juga menghadapi penyelidikan antimonopoli Inggris terhadap kekuatan duopoli ekosistem seluler mereka.

Bulan lalu, Google digugat oleh puluhan negara bagian di AS dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaannya atas penjualan dan distribusi aplikasi melalui Google Play store. Google dituduh mengumpulkan komisi yang terlampau tinggi untuk pembelian aplikasi.

Seorang juru bicara Google mengatakan gugatan itu mengabaikan manfaat dan pilihan yang disediakan Google Play dan sistem operasi Android dan pasar kompetitif di mana ia beroperasi.

"Kami bersaing dengan penuh semangat dan adil untuk pengembang dan konsumen,” kata Google melalui email.

Menurut perusahaan, sebanyak 97 persen pengembang di Google Play tidak membayar biaya layanan sama sekali, yang berarti aplikasi mereka gratis untuk konsumen. Kurang dari 0,1 persen pengembang dikenai biaya layanan 30 persen dan hanya jika mereka menghasilkan lebih dari US$1 juta.

Pengacara di balik gugatan class action itu telah memperkirakan kerugian 920 juta poundsterling (US$ 1,3 miliar). Penggugat mengatakan siapa pun yang telah melakukan pembelian di Google Play Store pada smartphone atau tablet Android sejak Oktober 2015 di Inggris berhak atas kompensasi dari Google.

"Pelanggan digiring ke Google Play Store, dan sekali tidak ada pilihan selain membayar biaya 30 persen setiap kali mereka membeli aplikasi atau melakukan pembelian dalam aplikasi," kata Liz Coll, mantan Kepala Digital di Consumers International yang memimpin class action.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

google inc play store Alphabet Inc
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top