Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Investasi Rp1.200 Triliun Tahun Depan, Bahlil Incar Investor AS

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menilai kolaborasi yang solid semakin dibutuhkan untuk menarik investasi di tengah kondisi pandemi.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 19 Juli 2021  |  15:32 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengajak seluruh perwakilan Indonesia di Amerika Serikat (AS) untuk dapat bekerja sama dalam mendatangkan investor masuk ke Tanah Air.

Dalam lawatannya bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Washington DC pekan lalu, Bahlil mengatakan bahwa kolaborasi yang solid semakin dibutuhkan untuk menarik investasi di tengah kondisi pandemi.

“Saya pikir peran perwakilan Indonesia seperti Kedutaan Besar (KBRI) maupun Konsulat Jenderal (KJRI) sebagai garda terdepan bagaimana menarik investor ke Indonesia. Saya yakin mereka memiliki kapasitas yang luar biasa,” katanya melalui keterangan pers, Senin (19/7/2021).

Bahlil menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo terkait capaian target realisasi investasi di tahun 2021 ini sebesar Rp900 triliun dan tahun depan mencapai Rp1.200 triliun.

Target ini dapat diwujudkan jika kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik. Inilah salah satu makna utama Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK).

“Dalam konteks itu, kami datang untuk memberikan beberapa hal, di antaranya terkait implementasi dari Undang-Undang Cipta Kerja. PP (peraturan pemerintah)-nya sudah selesai yang Insyaallah Juli ini akan live melalui sistem OSS [online single submission]. Kalau ada investor dari Amerika, kami urus izinnya,” tambah Bahlil.

Menteri Perdagangan Lutfi menuturkan bahwa salah satu sektor penting bagi Indonesia yaitu ekonomi digital. Untuk itu, Indonesia memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan infrastruktur.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat tersebut juga mengajak para perwakilan Indonesia di AS dapat menjaring investor di sektor ekonomi digital tersebut.

“Kalau ada investor yang ingin menginvestasikan untuk infrastruktur daripada ekonomi digital, kita perlu dapatkan. Nanti saya bersama dengan Kementerian Investasi akan mengundang mereka supaya bisa jadi,” ucapnya

Kuasa Usaha Ad-Interim/Wakil Duta Besar RI untuk AS Iwan Freddy Hari Susanto menyampaikan bahwa sebagai perwakilan Indonesia di luar negeri, seluruh jajaran pejabat di KBRI maupun KJRI siap untuk memperkuat hubungan ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan.

“Sesuai tugas dan arahan Ibu Menlu, diplomasi ekonomi Indonesia betul-betul diperkuat. Ini menjadi semakin penting, apalagi saat ini kita sedang dalam tantangan menghadapi Covid-19. Kami siap mendukung agar FDI [foreign direct investment] dari AS terus meningkat,” terangnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi fdi bahlil lahadalia
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top