Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Di Masa Pandemi, Danone Tambah Kandungan Gizi Produk

Isu kekurangan gizi pada anak saat ini masih menjadi tantangan di Indonesia tetapi sekaligus menjadi peluang bagi perusahaan.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 14 Juli 2021  |  08:35 WIB
Logo Danone
Logo Danone

Bisnis.com, JAKARTA — Danone Indonesia menyebut telah melakukan inovasi dengan memberi nilai tambah produk guna memenuhi kebutuhan produk yang sehat untuk masyarakat.

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan saat ini perusahaan memiliki dua lini bisnis yakni air minum dalam kemasan dengan merek Aqua dan produk spesialis nutrisi.

Menurutnya, isu kekurangan gizi pada anak saat ini masih menjadi tantangan di Indonesia tetapi sekaligus menjadi peluang bagi perusahaan.

"Untuk itu sejumlah inovasi yang kami lakukan saat ini melalui produk susu SGM dengan menambah kandungan zat besi dan vitamin B pada minuman isotonic Mizone," katanya dalam Investor Daily Summit 2021 yang dikutip, Rabu (14/7/2021).

Vera menyebut dari sisi keberlanjutan perseroan juga telah menyediakan produk Aqua dengan 100 persen kemasan botol yang bisa didaur ulang dan botol kaca yang dapat dipakai kembali.

Danone yang memiliki 26 pabrik dengan 15.000 karyawan ini juga berkomitmen dalam penggunaan energi terbarukan. Salah satunya akan diwujudkan dengan pemasangan panel surya panel pada 17 pabrik hingga 2023 mendatang.

Dengan rencana tersebut, perusahaan akan berkontribusi mengurangi lebih dari16.000 ton CO2. Tak hanya itu, perusahaan juga akan menggunakan teknologi biomassa pertama di pabrik Jawa Tengah yang akan mampu menghemat 80.000 emisi CO2 setiap tahunnya.

Sisi lain, perusahaan yang sudah 65 tahun mengibarkan benderanya di Indonesia ini juga menilai pandemi membuat isu kesehatan di Indonesia semakin meluas. Untuk itu, kegiatan edukasi pada masyarakat masih terus dilakukan perseroan salah satunya dengan kegiatan webinar .

"Angka stunting kita masih sebesar 27 persen tahun lalu dan pemerintah masih harus mengejar target penurunan 14 persen pada 2024. Untuk itu, penyelesaian isu tersebut harus terus dilakukan di samping penanganan pandemi saat ini," ujar Vera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gizi danone Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top