Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada PPKM Darurat, Startup Logistik Optimistis Prospek Masih Cerah

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja sektor transportasi dan logistik pada kuartal I/2021 meningkat minus 13,12 persen dibandingkan kuartal IV/2020 sebesar minus 13,42 persen.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 08 Juli 2021  |  06:35 WIB
Ada PPKM Darurat, Startup Logistik Optimistis Prospek Masih Cerah
Ilustrasi jasa kurir
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemain startup di bidang logistik optimistis mampu tumbuh positif selama Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang berlaku di Jawa dan Bali. 

CEO of Waresix Andree Susanto mengatakan meskipun ada PPKM Darurat, industri logistik tetap menjadi layanan penting karena masyarakat masih membutuhkan kebutuhan sehari-hari, terutama barang konsumsi dan produk kesehatan yang permintaannya.

Menurut laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja sektor transportasi dan logistik pada kuartal I/2021 meningkat minus 13,12 persen dibandingkan kuartal IV/2020 sebesar minus 13,42 persen.

Dia menilai tren negatif tersebut disebabkan oleh kebijakan mobilitas terbatas yang membatasi pergerakan orang dan barang.

Namun, dia mengatakan meskipun tren industri mengalami penurunan, tetapi sepanjang kuartal II/2021 Waresix mencatatkan peningkatan kinerja hampir dua kali lipat dibandingkan kinerja pada akhir 2020.

“Salah satu indikator pertumbuhan bisnis kami adalah makin luasnya jangkauan lokasi yang kami tambahkan ke jaringan kami. Akuisisi Trukita pada Desember 2020 merupakan kontributor utama pertumbuhan bisnis di kuartal pertama,” ujarnya.

Dia menegaskan 2021 merupakan tahun ekspansi bagi perusahaan sehingga mereka akan terus memperluas jaringan truk dan gudang perusahaan di seluruh Indonesia.

Senada, CMO Ninja Xpress Andi Djoewarsa mengatakan perusahaan masih terus mengoptimalkan kegiatan operasional hariannya agar dapat berjalan 100 persen.

Dia mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi di lapangan seperti penyekatan jalan dan pengalihan jalur transportasi untuk pengemudi sehingga berpotensi dapat memperlambat pengiriman barang. 

“Seluruh kendala operasional bisnis harian terus kami pantau. Kami juga terus memastikan seluruh mitra pengemudi Ninja Xpress menerapkan protokol kesehatan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dari sisi biaya operasional, dia mengatakan kondisi PPKM Darurat merupakan tantangan tersendiri. Tetapi untuk target pertumbuhan bisnis, Ninja Xpress masih optimistis mampu tumbuh 4 kali lipat lebih tinggi dari tahun sebelumnya (year on year growth).

Dia mengatakan untuk merealisasikan target tersebut, perusahaan menghadirkan Ninja Same Day dan Next Day Delivery untuk layanan pengiriman barang dengan Service Level Agreement (SLA) waktu yang cepat, tarif flat, serta opsi layanan bebas repot.

Kemudian, untuk memudahkan komunikasi antara penerima dan pengirim barang, Ninja Xpress menyediakan fitur Ninja Chat yaitu layanan chat berbasis AI (Artificial Intelligence).

Adapun, dia melanjutkan sampai dengan Mei 2021, perusahaan mencatatkan lebih dari 700.000 konsumen yang telah menggunakan Ninja Xpress dengan total volume pengiriman lebih dari 26 juta paket selama periode Ramadan atau meningkat sebanyak 64 persen dibandingkan periode Ramadan tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp jasa kurir PPKM Darurat
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top