Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2021, Target Proyek On Stream Capai 58,3 Persen

Keberhasilan penyelesaian 7 proyek hulu migas tersebut dapat menekan laju penurunan produksi alamiah yang terjadi. 
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Juni 2021  |  06:42 WIB
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas
Platform migas lepas pantai. Istimewa - SKK Migas

Bisnis.com, JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pada Juli 2021 telah berhasil menyelesaikan 7 proyek hulu migas dari target 12 proyek pada 2021. 

Investasi pada ketujuh proyek tersebut senilai US$1,45 miliar atau setara dengan Rp21,12 triliun dan memberikan tambahan produksi minyak sebesar 9.850 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sebesar 474,5 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan ketujuh proyek hulu migas yang sudah onstream adalah EPF Belato2 Seleraya Merangin Dua, EOR Jirak Pertamina EP, KLD PHE ONWJ, Gas Supply to RU-V Pertamina Hulu Mahakam, West Pangkah Saka Indonesia Pangkah Ltd, Merakes Eni East Sepinggan, dan North Area Jindi South Jambi Block B.

“Kegiatan-kegiatan yang dilakukan telah berhasil menyelesaikan 58,3 persen dari target. Kami optimis seluruh proyek hulu migas yang ditargetkan di tahun 2021 dapat diselesaikan semuanya karena 5 proyek lainnya sedang dalam proses dan masih sesuai dengan perencanaan," ujar Julius dalam keterangannya, Selasa (29/6/2021).

Di tengah situasi perekonomian yang belum pulih karena pandemi Covid-19, kata Julius, realisasi proyek proyek hulu migas telah menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung bergeraknya perekonomian di daerah serta mendukung perusahaan nasional dan daerah untuk dapat terus bertahan mempertahankan kelangsungan bisnisnya.

Namun, kegiatan usaha hulu migas juga melakukan langkah-langkah antisipasi agar kegiatan tetap mencapai target sejalan dengan kembali meningkatnya kasus dan adanya pengetatan kebijakan pemerintah.

“Sejak masuk kuartal II/2021, laju pertambahan kasus konfirmasi Covid-19 di hulu migas justru cenderung melandai dibanding akhir 2020 hingga kuartal I/2021. Namun demikian tetap ada kenaikan risiko akibat interaksi sosial saat masa Lebaran yang harus juga diantisipasi,” tambahnya. 

Salah satu usaha antisipasi yang dilakukan adalah percepatan program vaksinasi juga harus dilakukan sejalan program pemerintah.  

“SKK Migas juga terus menerus berkoordinasi dengan KKKS untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan sebaik-baiknya agar tidak sampai terjadi stop produksi karena meningkatnya kasus Covid-19," ungkapnya.

Julius menambahkan pergerakan orang dan barang perlu diantisipasi guna memastikan ketersediaan barang atau jasa pendukung kegiatan operasi produksi di lapangan sesuai tata waktu. 

Dia mengatakan untuk menjaga mobilitas barang dan pekerja hulu migas berjalan dengan lancar, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar kegiatan operasi pproduksi tetap berjalan normal.

“Kami sedang mengupayakan akselerasi proyek yang dijadwalkan pada 2022. Mudah-mudahan ada yang bisa dipercepat di tahun ini, sehingga harapannya jumlah proyek yang onstream dapat melebihi target tahun ini dan mendukung peningkatan produksi ditahun depan," jelasnya.

Julius Wiratno menambahkan pada tahun ini salah satu proyek hulu migas yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yaitu Jambaran Tiung Biru diperkirakan bisa onstream di akhir tahun.

“Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas kita ketahui telah melakukan kunjungan kerja ke JTB dan memberikan dukungan yang kuat agar proyek ini bisa selesai tahun ini. Berdasarkan perkembangan yang ada, diperkirakan November proyek JTB bisa onstream," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top