Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dicari Investor Gula Rp23 Triliun, Kembangkan SugarCo Milik PTPN

Investor bagi PTPN saat ini sangat penting karena tidak hanya dukungan modal yang dibutuhkan perseroan, tetapi juga mampu membawa pengalaman di bidang produksi hingga jaringan penjualan gula.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 21 Juni 2021  |  14:48 WIB
Dicari Investor Gula Rp23 Triliun, Kembangkan SugarCo Milik PTPN
Petani Tebu. Survei kelayakan telah dilakukan terhadap petani mitra pabrik gula di wilayah Madiun, Magetan, dan Ngawi selama 2 hari, yakni pada Rabu-Kamis (18-19/11/2020). - PTPN XI

Bisnis.com, JAKARTA — Induk Holding PTPN Group, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melaporkan rencana pembentukan subholding gula dalam entitas bernama PT SugarCo dengan proyeksi investasi sebesar Rp23 triliun.

SugarCo nantinya akan terdiri seluruh pabrik gula dari tujuh anak usaha yakni PTPN II, PTPN VII (PT BCAN), PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII (PT IGG), dan PTPN XIV.

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan pembentukan SugarCo akan dimulai dengan spin-off aset pabrik gula secara utang. Saat ini proses tersebut sedang dalam beauty contest yang targetnya rampung tahun ini.

Selanjutnya, PTPN Group akan melakukan divestasi saham kepada investor yang berminat. Namun, porsi saham akan diputuskan kemudian karena jika PTPN III harus minoritas, Ghani menargetkan setidaknya menjadi pemegang 49 persen dengan opsi buyback.

"SugarCo paling tidak butuh Rp23 trilun dengan rencana pembangunan 5 pabrik gula baru dan satu revitalisasi," katanya pada rapat dengar pendapat Komisi VI secara virtual, Senin (21/6/2021).

Ghani menyebut keberadaan investor saat ini sangat penting karena tidak hanya dukungan modal yang dibutuhkan perseroan. Namun, nantinya investor diharapkan mampu membawa pengalaman di bidang produksi hingga jaringan penjualan gula.

Adapun kebutuhan investasi tersebut dihitung mengingat posisi PTPN saat ini dalam restrukturisasi utang yang membuat perseroan tidak memiliki akses pinjaman pada perbankan.

"Kami akan libatkan LPI [Lembaga Pengelola Investasi] untuk mencari investor asing di dalam SugarCo. Kerjasama ini tidak hanya untuk pengembangan pabrik tapi juga proses produksi untuk perbaikan on-farm," ujarnya.

Adapun tujuan pembentukan subholding gula ini bukan hanya sebatas restrukturisasi bisnis gula yang dirancang perseroan melainkan agar produksi komoditas ini bersaing dengan produsen lain dan gula impor. Apalagi, RPJMN menargetkan Indonesia mampu swasembada gula konsumsi pada 2025.

Untuk itu, perlunya dukungan pada upaya seksama yang sedang dirumuskan. Menurut Ghani kebutuhan gula pada 2030 akan sebesar 9,5 juta ton, dan jika tidak ada pembenahan industri maka impor gula ke depan akan melunjak hingga 6,6 juta ton.

Ghani menyebut saat ini ada 43 pabrik gula dimiliki PTPN dengan 7 pabrik yang sudah tidak beroperasi. Menurutnya dengan total luasan lahan tebu 150.000 hektare milik perseroan, produktivitas tebu saat ini sebesar 67 juta ton per hektare dan rendaman 7,5 persen.

Sementara itu, produksi gula PTPN Group saat ini hanya 800.000 ton atau 11 persen dari pangsa pasar Gula Kristal Putih (GKP) dan Gula Rafinasi atau 34 persen dari total produksi domestik GKP.

"Kondisi kebun kami berbeda-beda ada yang sudah mampu kompetitif dengan harga pokok Rp6.000 hingga Rp8.000 tetapi lebih banyak yang belum efisien sehingga rerata harga pokok gula kami masih Rp11.000," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur gula ptpn perkebunan nusantara
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top