Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produk Impor Menyerang, Begini Cara Polytron Bertahan di Pasar

Makin maraknya produk elektronik impor, terutama dari China dengan harga miring, ternyata tak membuat produsen PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) gentar. Pasalnya, mereka sudah menyiapkan strategi bertahan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 13 Juni 2021  |  15:16 WIB
Produk Impor Menyerang, Begini Cara Polytron Bertahan di Pasar
PAS 10D Series terbaru keluaran Polytron, dengan dual woofer berukuran 10 inci mampu menjawab kebutuhan sensasi suara dahsyat dan dentuman bass berkualitas speaker powerful. - Polytron

Bisnis.com, JAKARTA - Makin maraknya produk elektronik impor, terutama dari China dengan harga miring, ternyata tak membuat produsen PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) gentar. Pasalnya, mereka sudah menyiapkan strategi bertahan.

Direktur Marketing Polytron Tekno Wibowo mengungkapkan pihaknya tak begitu khawatir dengan serbuan produk elektronik impor berharga murah yang kebanyakan datang dari Negeri Tirai Bambu karena pada dasarnya harga bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan penjualan dari suatu produk elektronik.

“Sebenarnya produk impor ini kan sudah lama jadi tak menjadi masalah bagi kami. Karena yang penting bagi kami adalah bagaimana menciptakan produk berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Karena tentunya konsumen di setiap negara itu punya perbedaan kebutuhan dan selera terhadap suatu produk,” katanya.

Salah satu contoh adalah produk audio Polytron yang selama puluhan tahun memberikan kontribusi pendapatan cukup besar dibandingkan dengan produk lainnya. Hal tersebut tidak terlepas dari upaya Polytron menciptakan perangkat yang mampu menghasilkan suara sesuai selera konsumen Indonesia.

“Contoh untuk produk soundsystem yang jadi unggulan kita. Kita riset untuk mengupayakan suara yang sesuai selera masyarakat kita, biasanya suka yang bass-nya mantap, treble disesuaikan. Cocok untuk menyetel lagu dangdut. Itu yang jadi keunggulan kita sebagai pabrikan lokal,” tuturnya.

Keberhasilan Polytron juga tak terlepas dari inovasi yang ditawarkan di setiap produknya. Beberapa inovasi yang ditawarkan oleh anak usaha Djarum Group itu bahkan belum pernah ditemui di produk-produk serupa dari produsen lainnya.

Salah satunya adalah televisi LED (light emitting diode) dengan kemampuan audio mendekati perangkat home theatre. Hadirnya televisi tersebut tak lepas dari keluhan konsumen Indonesia terhadap kualitas audio televisi LED yang tak sebaik televisi tabung.

“Kami menggabungkan soundbar dengan televisi LED. Sekarang kan televisi berlomba-lomba setipis mungkin, kualitas audionya jadi kurang bagus. Nah, di situ kami hadir mengambil jalan tengahnya,” ungkapnya.

Dukungan pemerintah terhadap produk elektronik lokal juga dinilai sudah cukup baik dengan adanya gerakan Bangga Buatan Indonesia. Hanya saja, menurutnya, efektifitasnya masih jauh panggang dari api lantaran tak sepenuhnya dijalankan oleh perangkat pemerintahan, khususnya di daerah.

“Presiden sudah menggaungkan gerakan itu, tentunya sudah ada arahnya kesana. Tetapi implementasinya belum sepenuhnya karena masih banyak orang, tak terkecuali yang ada di pemerintahan masih percaya bahwa produk impor pasti lebih bagus dari produk lokal. Padahal tidak begitu, kami juga ekspor kok ke banyak Filipina, Thailand, India, dan lainnya,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polytron Industri Elektronik
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top