Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumen Pede Beli Produk Mahal di Dagang El, Paylater Jadi Pilihan

Pemberian layanan cicilan bagi konsumen yang tidak memiliki akses ke kartu kredit akan menaikkan daya beli.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  17:48 WIB
Head of Strategy and Innovation Lab OVO Abraham Viktor  memperkenalkan fitur terbaru OVO PayLater saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (10/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Head of Strategy and Innovation Lab OVO Abraham Viktor memperkenalkan fitur terbaru OVO PayLater saat peluncurannya di Jakarta, Jumat (10/5/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Meningkatnya kepercayaan konsumen untuk berbelanja produk dengan harga tinggi di platform dagang-el membuka peluang bagi tumbuhnya penggunaan fitur paylater (cicilan tanpa kartu kredit) sebagai metode pembayaran.

Survei daring yang dilakukan oleh Kredivo dan Katadata Insight Center terhadap 3.560 responden memperlihatkan bahwa penggunaan paylater telah menjangkau 27 persen konsumen, lebih tinggi dibandingkan metode pembayaran lewat kartu debit dan kartu kredit yang masing-masing hanya digunakan oleh 11 dan 6 persen responden.

Sementara itu, metode pembayaran lewat dompet digital masih mendominasi dengan persentase mencapai 65 persen. 

Pemakaian paylater cenderung rendah dibandingkan dengan persentase responden yang mengaku mengenal fitur ini. Sekitar 86 persen responden mengatakan telah mengetahuinya dengan tingkat pemahaman sedang.

Meski penggunaan fitur tersebut belum sebesar dompet digital, VP Marketing & Communications Kredivo Indina Andamari mengaku optimistis paylater bisa dipakai lebih luas oleh konsumen yang telah mengenal layanan tersebut.

Penggunaan paylater diyakini semakin banyak terlebih di tengah fenomena meningkatnya belanja produk dengan harga tinggi di e-commerce dan semakin bertambahnya kepercayaan konsumen. 

“Masyarakat sekarang punya keinginan untuk berbelanja produk dengan harga lebih mahal lewat e-commerce. Mungkin ini bisa menjadi salah satu pendorong mengapa masyarakat menggunakan paylater. Artinya kebutuhan untuk pembayaran yang reliable, aman, nyaman dan terjangkau jadi makin tinggi juga,” kata Indina dalam konferensi pers virtual, Rabu (9/6/2021).

Indina juga menjelaskan kehadiran fitur paylater bisa mendukung pertumbuhan e-commerce. Pemberian layanan cicilan bagi konsumen yang tidak memiliki akses ke kartu kredit dia sebut secara instan akan menaikkan daya beli dan bisa mendorong tingkat transaksi.

“Dengan memberi pembiayaan instan kepada konsumen, itu juga memberi peningkatan daya beli yang instan ke konsumen. Jadi yg sebelumnya hanya mengandalkan budget atau tabungan sendiri, sekarang dengan layanan tersebut bisa membeli produk dengan kualitas lebih bagus dan secara nilai lebih tinggi. Jadi selain menambah nilai transaksi juga meningkatkan frekuensinya,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengemukakan transaksi produk-produk luxury di kanal dagang-el yang meningkat didukung pula oleh perilaku konsumen dengan daya beli tinggi yang menjadikan platform e-commerce sebagai alternatif belanja selain pusat perbelanjaan.

“Dulu ada kekhawatiran belanja produk harga tinggi ada kesulitan usai transaksi seperti garansi dan sebagainya. Namun sekarang after sale di platform online tidak kalah saing dengan toko fisik. Inilah yang membuat masyarakat makin percaya beli produk di e-commerce, bahkan ada yang beli motor lewat e-commerce. Dulu beli produk di atas Rp10 juta harus lihat barangnya, sekarang ini makin percaya secara daring [untuk harga tersebut],” kata Bhima.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online e-commerce paylater
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top