Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PUPR Akan Revisi Target Pembangunan Jalan Nasional

Untuk mencapai target persentase kemantapan jalan nasional di level 97 persen dibutuhkan biaya Rp142,7 triliun, sedangkan pengembangan jaringan jalan nasional baru hingga Rp77,4 triliun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  14:02 WIB
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Foto Kementerian PUPR
Pembangunan jalan akses sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) Jawa dengan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat. Foto Kementerian PUPR

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menyesuaikan target pembangunan jalan nasional yang seharusnya dicapai pada 2024. Faktor utama penyesuaian tersebut dinilai berasal dari mismatch antara sumber pendanaan dan biaya konstruksi.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan bahwa target konstruksi jalan nasional nantinya akan bersifat dinamis. 

Menurutnya, penyesuaian target akan mengikuti ketersediaan sumber daya dan perkembangan situasi.

"Keseluruhan target rencana strategis dievaluasi dan disesuaikan sejalan dengan perkembangan situasi kondisi kemampuan pembiayaan negara," katanya kepada Bisnis, Selasa (8/6/2021).

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR memiliki dua target utama pada 2024, yakni pengoperasian jalan tol sepanjang 4.630,25 kilometer dan persentase kemantapan jalan nasional di level 97 persen. 

Adapun, realisasi pengoperasian jalan tol hingga awal 2021 baru mencapai 2.342,42 kilometer, sedangkan persentase kemantapan jalan nasional berada di posisi 91,27 persen atau sepanjang 47.017 kilometer.

Hedy sebelumnya mencatat ada tiga tantangan yang harus dihadapi dalam konstruksi jalan tol pada 2021 yang bermuara pada pendanaan proyek-proyek jalan tol.

Menurutnya, biaya dan dana yang tersedia setelah penajaman proyek jalan tol untuk 2021 tidak sebanding.

"Kami lihat dengan budget constraint baik dari segi tanah dan dukungan konstruksi, ini bukan hal yang mudah [untuk mencapai target 2024] karena kami membutuhkan biaya," ujarnya.

Pihaknya membutuhkan biaya pembebasan tanah untuk proyek jalan tol sampai 2024 senilai Rp55,25 triliun. Selain itu, Hendy menyampaikan pihaknya membutuhkan dana hingga Rp171,8 triliun sebagai jasa konstruksi jalan tol selama 4 tahun ke depan.

Di samping itu, saat ini ada jalan tidak mantap sepanjang 4.104 kilometer dan 1.396 kilometer yang terbilang rusak berat. Sementara itu, ada 36.703,11 kilometer yang masih belum memenuhi lebar standar 7 meter.

Hedy menyimpulkan untuk mencapai target persentase kemantapan jalan nasional di level 97 persen dibutuhkan biaya sekitar Rp142,7 triliun, sedangkan pengembangan jaringan jalan nasional baru hingga Rp77,4 triliun.

Dengan kata lain, dana yang dibutuhkan untuk mencapai target infrastruktur konektivitas darat pada 2024 mencapai Rp447,1 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan nasional pembangunan jalan
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top