Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMW Genjot Pusat Pengisian Bahan Bakar Listrik di China hingga 360.000

BMW memiliki sekitar 300.000 pilar pengisian daya di China pada akhir 2020, sehingga penambahan sampai akhir tahun ini akan mencapai 60.000.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 Juni 2021  |  15:09 WIB
BMW AG menyebut BMW i4 sebagai penanda transformasi mobilitas perusahaan.  - BMW AG
BMW AG menyebut BMW i4 sebagai penanda transformasi mobilitas perusahaan. - BMW AG

Bisnis.com, JAKARTA - BMW AG berencana untuk meningkatkan jumlah tiang pengisian kendaraan listrik publik di China menjadi 360.000 pada akhir tahun ini, seiring dengan upaya menggenjot porsi yang lebih besar di pasar mobil listrik terbesar di dunia itu.

BMW memiliki sekitar 300.000 pilar pengisian daya di China pada akhir 2020, sehingga penambahan sampai akhir tahun ini akan mencapai 60.000.

Sementara itu, pabrik BMW China berencana untuk menjadi netral karbon pada akhir tahun sebagai bagian dari langkah untuk mengurangi emisi dalam rantai produksi sebesar 80 persen pada 2030.

"Sebagai perusahaan multinasional dengan jejak yang besar di China, BMW sepenuhnya mendukung transisi negara menuju ekonomi rendah karbon dengan menempatkan keberlanjutan sebagai inti dari strategi China kami sendiri," kata Chief Executive Officer BMW China Jochen Goller, kata dalam sebuah pernyataan, dilansir Bloomberg, Senin (7/6/2021).

Adapun, Presiden Xi Jinping telah menetapkan target China untuk menjadi netral karbon pada 2060 dan pemerintah telah meluncurkan dukungan untuk menjadikan negara itu sebagai pembangkit tenaga listrik produksi untuk kendaraan ramah lingkungan.

Dalam cetak biru China untuk pengembangan kendaraan energi baru, regulator industri memperkirakan bahwa mobil listrik dapat meningkat hingga 20 persen dari total penjualan mobil baru pada 2025 dari 5 persen saat ini.

Perusahaan berencana untuk meluncurkan 12 model BMW dan Mini all-electric di China pada 2023, yang mencakup semua segmen pasar utama, dengan kendaraan all-electric diharapkan mencapai 25 persen dari total penjualan di negara tersebut. Usaha patungan BMW dengan Great Wall Motor Co. akan memulai produksi pada 2023.

"Pembangunan pabrik dengan Great Wall sedang berjalan dengan baik dan struktur utama harus selesai akhir tahun ini," kata Goller. Dia melanjutkan produksi dua mobil listri mini untuk pasar China dan global akan dimulai pada 2023.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif china BMW
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top