Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

AS dan China Saling Merapat, Yellen dan Liu He Bicara Berdua

Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Wakil Perdana Menteri China Liu He berbicara untuk pertama kalinya dalam diskusi yang disebut untuk meluruskan kekhawatiran kedua negara.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 02 Juni 2021  |  16:05 WIB
AS dan China Saling Merapat, Yellen dan Liu He Bicara Berdua
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat dan China saling merapat dan memulai kembali pembicaraan ekonomi dan perdagangan.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Wakil Perdana Menteri China Liu He berbicara untuk pertama kalinya dalam diskusi yang disebut untuk meluruskan kekhawatiran kedua negara.

Dilansir Bloomberg, Rabu (2/6/2021), kedua pemimpin itu membahas bagaimana mendukung pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, serta pentingnya bekerja sama di bidang-bidang yang menjadi kepentingan AS.

Menurut pernyataan Departemen Keuangan AS, keduanya juga secara jujur menyoroti masalah yang menjadi perhatian bersama.

Hal yang sama juga diamini Pemerintah China dalam pernyataan resmi yang dimuat di media pelat merah negara itu.

Pertemuan itu terjadi setelah percakapan pertama antara Liu dan Kepala Perwakilan Dagang AS (USTR) Katherine Tai pekan lalu.

Hal itu mungkin mengindikasikan pemerintahan Biden mencoba memulai kembali diskusi untuk menyelesaikan perbedaan atas hubungan perdagangan dan ekonomi.

Pembicaraan antara Yellen dan Liu merupakan yang keempat antara pejabat tingkat kabinet AS dan China sejak Presdien Joe Biden menjabat pada Januari lalu.

Yellen memimpin negosiasi dengan China pada kesepakatan perdagangan fase satu yang memberlakukan tarif lebih tinggi pada impor senilai ratusan miliar dolar.

Sejauh ini pemerintahan Biden telah mempertahankan banyak kebijakan ekonomi mantan Presiden Donald Trump terhadap China, tanpa pengurangan tarif. Juga tidak ada tanda-tanda bahwa mereka ingin menegosiasikan kesepakatan perdagangan fase dua, atau untuk menggantikan perjanjian yang ditandatangani pada Januari 2020.

Sebaliknya, ada indikasi hubungan bisa tegang untuk jangka waktu yang lama. Pejabat tinggi Gedung Putih untuk Asia mengatakan pekan lalu bahwa AS memasuki periode persaingan ketat dengan China.

"Periode yang secara luas digambarkan sebagai keterlibatan telah berakhir," kata Kurt Campbell, koordinator urusan Indo-Pasifik AS di Dewan Keamanan Nasional.

Kebijakan AS terhadap China sekarang akan beroperasi di bawah seperangkat parameter strategis baru dan paradigma yang dominan adalah persaingan.

Namun, arus perdagangan dan investasi antara kedua negara terus menguat, bahkan dengan ketegangan politik dan diplomatik.

Ekspor China ke AS masih tumbuh, sementara China meningkatkan pembelian barang-barang AS, meskipun itu tidak cukup untuk mencapai tingkat yang dijanjikan dalam kesepakatan perdagangan.

"Menkeu Yellen mencatat bahwa dia menantikan diskusi di masa depan dengan Wakil Perdana Menteri Liu," kata Departemen Keuangan dalam pernyataannya. Sebalikinya, China mengatakan Liu bersedia untuk terus menjaga komunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

janet yellen perang dagang AS vs China
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top