Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dialog Bipartit Giant, Serikat Pekerja Sebut Manajemen Kooperatif

Proses dialog bipartit ini menindaklanjuti keputusan Hero sebagai pengelola gerai untuk menutup seluruh cabang Giant per Juli 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Juni 2021  |  19:36 WIB
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Dialog bipartit antara manajemen dan pekerja PT Hero Supermarket Tbk. masih berjalan sampai hari ini terkait penutupan gerai Giant. Serikat pekerja mengeklaim proses dialog sejauh ini berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah manajemen kooperatif," kata Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) Jakwan, dikutip dari tempo.co, Selasa (1/6/2021).

Sebelumnya, Hero sebagai pengelola gerai telah memutuskan untuk menutup seluruh cabang Giant per Juli 2021. Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall menyebutkan keputusan menutup seluruh gerai Giant merupakan tindak lanjut dari perubahan fokus strategi bisnis perusahaan.

“Gerai Giant lainnya akan dengan berat hati ditutup pada akhir Juli 2021 walaupun negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung,” kata Patrik melalui keterangan resmi, Selasa (25/5/2021).

Serikat Pekerja juga sudah menampung keinginan dari para karyawan Giant. Sebagian memang ingin berhenti bekerja di Giant dengan uang pesangon. Tapi sebagian lain masih tetap ingin bekerja di unit bisnis lainnya milik Hero Supermarket.

Menurut Jakwan, penyelesaian terhadap pekerja Giant ini mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Menurut dia, PKB ini berikut nilai pesangonnya masih mengacu pada Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, bukan UU Cipta Kerja.

Selain dengan manajemen, Serikat Pekerja juga sudah bertemu dengan Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri. Pertemuan berlangsung pada Jumat, 28 Mei 2021 di Kantor Kemenaker.

Mereka berdiskusi soal dampak dari pemutusan kerja karyawan Giant ini, prosesnya, sampai upaya preventif yang bisa dilakukan. Selanjutnya, kata Jakwa, Kemenaker telah mempersiapkan agenda untuk bertemu dengan manajemen Hero Supermarket.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk giant hipermarket

Sumber : Tempo.co

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top