Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Pertamina Geothermal Energy Bicara Soal Rencana IPO

Rencananya, IPO akan digelar oleh holding BUMN yang bergerak di sektor panas bumi yang terdiri atas Pertamina Geothermal Energy  dan PT PLN Gas & Geothermal, PT Geo Dipa Energi (Persero).
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 21 Mei 2021  |  17:43 WIB
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat
Pengecekan rutin pembangkit listrik tenaga panas bumi milik PT. Pertamina Geothermal Energy - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Direktur Utama Ahmad Yuniarto PT Pertamina Geothermal Energy mengungkapkan rencana anak usaha PT Pertamina (Persero) dalam menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering.

Ahmad menuturkan proses pelepasan sahamnya ke publik itu tengah diproses oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Target-target rencana itu pun disebut telah ditetapkan oleh kementerian yang mengurusi perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut.

"Berproses dan sudah bisa diikuti dari penjelasan pak wamen 1 BUMN bahwa dari Kementerian BUMN sudah tetapkan timeline, target, kita berproses mengikuti target yang sudah ditetapkan Kementerian BUMN," katanya dalam webinar yang digelar pada Jumat (21/5/2021).

Rencananya, IPO akan digelar oleh holding BUMN yang bergerak di sektor panas bumi yang terdiri atas Pertamina Geothermal Energy  dan PT PLN Gas & Geothermal, PT Geo Dipa Energi (Persero).

Seperti dikutip dari Bloomberg, rencana penawaran umum perdana saham holding BUMN panas bumi itu disebut mencapai US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun jika mengacu pada kurs Rp14.000. Adapun, rencana IPO itu guna memuluskan rencana sebagai perusahaan panas bumi terbesar di dunia.

Kementerian BUMN tengah menyelesaikan penggabungan tiga perusahaan untuk menjadi satu dalam holding panas bumi. Ketiga perusahaan itu adalah PT Pertamina Geothermal Energy, PT PLN Gas dan Geothermal, dan PT Geo Dipa Energy (Persero).

Sumber Bloomberg menyebutkan bahwa ketiga perusahaan itu sedang menyelesaikan urusan dengan konsultan untuk menyelesaikan kerja sama dalam waktu tiga bulan. Potensi penjualan saham perdana dari entitas hasil merger bisa dilakukan di Jakarta paling cepat akhir tahun ini.

Nantinya, holding itu akan mengoperasikan kapasitas pembangkit 1.022,5 megawatt, terhitung hampir setengah dari pemanfaatan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia. Pada 2019, Indonesia memiliki 2,1 gigawatt kapasitas terpasang panas bumi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo pertamina geothermal energy
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top