Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tingkatkan Industri Chip, Senat AS Ajukan Tambahan Anggaran US$52 Miliar

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menyebut penambahan angagran senilai US$52 miliar itu adalah suntikan bersejarah dan langsung untuk memulihkan manufaktur semikonduktor AS yang penting bagi industri mobil, elektronik, hingga militer.
Ilustrasi chip/ Bloomberg
Ilustrasi chip/ Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Senat Amerika Serikat akan menambahkan anggaran senilai US$52 miliar untuk meningkatkan manufaktur semikonduktor domestik dalam rancangan undang-undang yang bertujuan meningkatkan daya saing dengan China.

Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menyebut langkah itu adalah suntikan bersejarah dan langsung untuk memulihkan manufaktur semikonduktor AS yang penting bagi industri mobil, elektronik, hingga militer.

Undang-undang tersebut antara lain akan menyiapkan program untuk memberikan bantuan keuangan untuk membangun, memperluas, atau memodernisasi pabrik fabrikasi semikonduktor di AS.

Pendanaan untuk mendukung industri semikonduktor domestik disahkan pada RUU kebijakan pertahanan 2021, tetapi tidak menyediakan anggaran tersebut. Penambahan yang didasarkan pada undang-undang yang disponsori Schumer dengan Senator Republik Indiana Todd Young tersebut, akan memperbaiki hal itu.

"Ini masalah yang sangat besar," kata Schumer, dilansir Bloomberg, Rabu (19/5/2021).

Penambahan dana ke undang-undang yang lebih luas adalah kunci untuk bergerak menuju pengesahan tindakan tersebut, yang ingin dicapai Schumer pada akhir bulan. Meskipun perubahan tambahan dapat dilakukan dalam beberapa hari mendatang, ia memiliki dukungan luas di majelis dengan semangat bipartisan untuk melawan China terhadap keunggulan ekonomi AS. Presiden Joe Biden juga telah mengesahkan RUU tersebut.

Namun demikian, proses di DPR menjadi tidak pasti karena tidak mungking RUU versi Senat langsung disahkan. DPR berencana untuk bertindak di bidang yang sama dengan Senat dan akan mempertimbangkan serangkaian undang-undang pendidikan yang berfokus pada sains dan teknologi minggu ini sebagai bagian dari upaya itu. Setiap perbedaan antara DPR dan Senat harus dinegosiasikan sebelum undang-undang akhir disahkan dan dikirim ke Biden.

Bagian utama dari RUU Schumer-Young akan memberikan otorisasi lebih dari US$100 miliar selama lima tahun untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan teknologi inovatif dan manufaktur di perguruan tinggi, universitas dan institusi lain dan menciptakan entitas baru dalam National Science Foundation untuk fokus pada teknologi.

Rencana itu juga mencakup pendanaan untuk inisiatif keamanan komunikasi yang dirancang untuk melawan dominasi jaringan 5G China dan akan meminta Komite Investasi Asing di Amerika Serikat untuk meninjau beberapa hadiah dan kontrak asing ke universitas dalam upaya untuk membendung pengaruh China.

"Undang-undang ini akan memungkinkan Amerika Serikat untuk mengalahkan negara-negara seperti China dalam teknologi kritis seperti semikonduktor, menciptakan pekerjaan Amerika dengan gaji yang baik dan membantu meningkatkan ekonomi dan keamanan nasional negara kita," kata Schumer dalam sebuah pernyataan setelah mengajukan undang-undang itu.

Aliran dana untuk industri semikonduktor memang tidak akan menjadi solusi langsung untuk kekurangan chip global yang telah memaksa pembuat mobil menganggur beberapa produksi. Pabrik pembuatan semikonduktor, yang dikenal sebagai fabs, dapat membutuhkan waktu selama tiga tahun untuk dibangun.

Namun idenya adalah untuk membantu perusahaan AS menjadi kurang bergantung pada segelintir pemasok asing, dan menghindari gangguan pasokan dari sengketa perdagangan atau kekuatan luar, seperti pandemi virus corona.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper