Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menyingkap Tantangan Berat Travel Bubble Batam-Bintan & Bali untuk Sandiaga

Kemenparekraf akan membuka travel bubble di tiga wilayah, Batam, Bintan dan Bali. Rencana ini memiliki tantangan yang berat mengingat risiko lonjakan kasus.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  04:53 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo melakukan pembahasan terkait dengan upaya pemulihan di sektor tersebut pada Selasa (16/2 - 2021).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang didampingi oleh Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo melakukan pembahasan terkait dengan upaya pemulihan di sektor tersebut pada Selasa (16/2 - 2021).

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan untuk membuka perjalanan terbatas (travel bubble) terbatas untuk Batam, Bintan, dan Bali pada Juni 2021.

Untuk melancarkan target ini, Kemenparekraf telah mengirimkan tim khusus untuk memeriksa penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) di tiga wilayah ini.

Kendati demikian, CSLA Sekuritas Indonesia dalam catatannya melihat kebijakan ini perlu diikuti oleh penerapan protokol ksehatan yang kuat mengingat risiko kenaikan infeksi.

Menurut catatan CSLA yang dipublikasi Selasa (18/5/2021), detail travel bubble atau travel corridor yang diterapkan masih kurang dalam hal mekanisme perjalanan, terutama untuk memastikan turis tetap berada di wilayah yang dituju.

"Namun, kami yakin bahwa rencana ini akan berhasil bergantung pada perkembangan wabah di lanskap domestik dan di negara asal," tulis CSLA.

Di sisi lain, CSLA juga melihat perkembangan vaksinasi di Bali dan Riau yang akan menjadi wilayah terbuka.

Dari catatannya, Bali termasuk menjadi salah satu provinsi dengan laju vaksinasi yang baik secara persentase jumlah penduduk. Kota-kota wisata di Pulau Dewata tersebut 28 persen populasinya telah mendapatkan vaksin.

"Catatannya, kasus harian di wilayah utama turis [Sanur, Ubud dan Nusa Dua] di bawah 5 kasus baru per hari," ungkap CSLA. Sayangnya, vaksinasi di Riau masih di belakang Bali.

Dari pantauan Bisnis, hanya Pemkot Pekanbaru yang telah menargetkan sebanyak 700.000 penduduk Pekanbaru harus tuntas divaksin hingga Desember 2021. Jumlah ini diperkirakan lebih kurang 70 persen dari total penduduk Kota Pekanbaru yang mencapai 1,1 juta jiwa.

CSLA mengungkapkan tantangan kenaikan kasus setelah libur Lebaran 12-16 Mei 2021.

Presiden Joko Widodo bahkan telah memperkirakan kasus Covid-19 akan mengalami kenaikan dalam dua pekan ke depan. Situasi ini dilihat dari angka pemudik saat Idulfitri dan kunjungan wisata masyarakat.

Dia menuturkan bahwa mobilitas masyarakat pada saat Idulfitri 13 Mei 2021 mengalami kenaikan khususnya ke sejumlah destinasi wisata. Kenaikan kunjungan naik dari 38 persen - 100,8 persen.

“Hati-hati dua minggu ke depan ini semuanya harus hati-hati karena ada kenaikan. Mobilitas indeksnya naik 38 sampai 100,8 persen,” katanya melalui akun YouTube Setpres, Selasa (18/5/2021).

Mengintip Negara Lain

Inggris, yang telah membuka perjalanan dari negara lain di Eropa terutama, ternyata mengalami kendala. Pada tahun 2020, menurut CSLA, pemerintah Inggris telah menetapkan koridor perjalanan dengan beberapa negara Eropa setelah gelombang pertama di Eropa menurun. Namun, karantina wajib pada saat kedatangan kembali diberlakukan karena kasus telah meningkat lagi.

Pemerintah Inggris sekarang memperkenalkan sistem 'lampu lalu lintas' untuk perjalanan internasional di mana negara-negara dikelompokkan menjadi zona 'merah', 'kuning' atau 'hijau' tergantung pada vaksinasi, tingkat infeksi, prevalensi varian yang menjadi perhatian dan akses negara.

Wisatawan yang berangkat dari destinasi hijau masih perlu mengikuti tes pra-keberangkatan dan tes PCR sebelum kedatangan mereka di Inggris, namun mereka tidak perlu dikarantina.

Dari tujuan kuning dan merah, wisatawan wajib melakukan tes pra-keberangkatan dan pra-kedatangan, serta masih membutuhkan karantina. Pendekatan serupa untuk memberlakukan tindakan yang berbeda untuk negara yang berbeda juga telah diambil oleh negara lain seperti Jerman dan Prancis.

Beberapa negara juga telah menetapkan pengaturan koridor perjalanan (TCA, atau travel bubble) yang pada dasarnya merupakan kesepakatan bilateral antar negara, untuk menghilangkan kebutuhan karantina wajib pada saat keberangkatan. Namun, umumnya tes sebelumnya untuk penerbangan masih diperlukan.

Salah satu rute terpopuler yang sekarang sedang dikembangkan untuk TCA adalah perjalanan transatlantik antara AS dan Inggris. Banyak yang memperkirakan rute tersebut akan dimulai kembali pada Juni-Juli 2021 karena kedua negara memiliki salah satu tingkat vaksinasi tertinggi di dunia. Pada 17 Mei 2021, Inggris dan AS telah memberikan setidaknya 1 dosis vaksin untuk 54 persen dan 47 persen dari total populasi masing-masing.

Sementara itu, travel bubble antara Singapura dan Hong Kong ditunda karena Negeri Jiran mengalami lonjakan kasus yang tidak terkait terkait dengan jenis virus Corona yang lebih agresif dan dapat menular, atau yang dikenal sebagai varian B1617.

Menteri Transportasi Singapura S Iswaran mengatakan karena Singapura tidak dapat memenuhi kriteria untuk memulai gelembung perjalanan, kedua belah pihak sepakat untuk menunda peluncuran tersebut. Gelembung perjalanan itu akan dimulai lagi pada 26 Mei.

Kementerian Luar Negeri RI memiliki wacana pembukaan Travel Corridor Arrangement (TCA) Batam dan Bintan dengan Singapura. Namun, hal ini tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat melihat Negeri Jiran Singapura yang semakin ketat setelah menemukan lonjakan varian baru.

Sementara itu, Bali memberlakukan penerapan zona hijau yang terbatas pada sejumlah wilayah. Sayangnya, kebijakan ini dinilai tidak akan efektif dalam mendukung pembukaan pariwisata provinsi ini.

Pengamat pariwisata dari Universitas Udayana I Nyoman Sunarta mengatakan wisatawan asing yang akan berkunjung ke Pulau Dewata tetap akan melihat penyebaran pandemi Covid-19 secara keseluruhan di provinsi tersebut. Meskipun Bali mematok 3 wilayah yakni Ubud, Sanur, dan Nusa Dua sebagai zona hijau, wisatawan tetap akan mempertimbangkan status provinsi Bali.

Melihat perkembangan ini, tampaknya upaya Sandiaga Uno untuk mendorong travel bubble di tiga wilayah akan mendapatkan tantangan berat.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batam sandiaga uno bintan travel bubble
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top