Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Covid-19, RNI Targetkan Produksi 100 Juta Jarum Suntik

RNI meningkatkan produksi jarum suntik sebagai upaya mendukung program vaksinasi Covid-19 nasional.
Ipak Ayu
Ipak Ayu - Bisnis.com 16 Mei 2021  |  19:08 WIB
Jarum suntik.  - Bloomberg
Jarum suntik. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Selama masa vaksinasi Covid-19 nasional 2021, PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI melalui anak usahanya PT Mitra Rajawali Banjaran membukukan produksi jarum suntik hingga mencapai 37 juta Alat Suntik Sekali Pakai (ASSP) sampai dengan April 2021.

Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi mengatakan sebagai upaya mendukung pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, RNI telah mempersiapkan pengadaan jarum suntik sejak 2020 lalu dan terdapat peningkatan signifikan permintaan produksi jarum suntik hingga mencapai 36,7 juta pcs pada 2020, ditambah produksi sampai dengan April 2021 tercatat berkisar 665.000 pcs.

“Tahun lalu permintaan produksi jarum suntik meningkat hingga 55 persen produksi jarum suntik atau ASSP dari realisasi tahun sebelumnya yakni dari 23.647 pcs meningkat menjadi 36.775 pcs,” kata Arief melalui siaran pers, Minggu (16/5/2021).

Peningkatan itu, imbuhnya, untuk persiapan pemenuhan kebutuhan vaksin Covid-19 tahun ini.

Berdasarkan laman resmi Satgas Covid-19 per 15 Mei 2021, data vaksinasi Pertama di Indonesia telah mencapai 13,7 juta orang yang sudah melakukan vaksin sedangkan jumlah vaksinasi kedua berkisar 8,9 juta orang.

Sesuai dashboard resmi Kementerian kesehatan RI, sasaran jumlah vaksin pertama dan kedua ditargetkan mencapai 40,3 juta orang meliputi tenaga kesehatan, lanjut usia dan petugas publik.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan saat ini sejumlah negara produsen vaksin covid-19 memutuskan untuk membatasi ekspor komoditas dan salah satu upayanya adalah dengan cara pengadaan vaksin Covid -19 dalam negeri.

Hal yang perlu diperhatikan Pemerintah selain ketersediaan vaksin adalah penyediaan jarum suntik didalam negeri mengingat kebutuhan ditahun 2021 akan sangat tinggi. Salah satu pemenuhannya dapat melibatkan perusahaan pelat merah BUMN.

Menanggapi hal itu, Arief menilai untuk mengakomodir kebutuhan vaksin dengan jumlah target tersebut RNI melalui anak usahanya mampu penuhi pengadaan jarum suntik untuk vaksin, sehingga diharapkan tidak ada krisis jarum suntik dalam pemenuhan vaksin secara nasional.

Bahkan dia menargetkan sampai dengan akhir tahun 2021 nanti RNI akan memproduksi jarum suntik hingga 80 - 100 juta pcs ASSP untuk kebutuhan alat kesehatan di beberapa rumah sakit maupun untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi Covid-19.

“Kami sediakan penyediaan jarum suntik dalam negeri produksi pabrik kami di Bandung mengingat kebutuhan vaksin covid terus meningkat,” ujar Arief.

Direktur Komersial PT RNI Frans Marganda Tambunan menambahkan pendistribusian segmen usaha alat kesehatan seperti jarum suntik didistribusikan melalui anak usaha perusahaan lainnya dibidang distribusi dan perdagangan.

“Segmen alat kesehatan juga kami terapkan integrasi hulu ke hilir, pendistribusiannya melalui anak usaha RNI group PT Rajawali Nusindo," kata Frans.

Frans melanjutkan sistem integrasi komersial kedepan tidak tertutup kemungkinan perluasan sinerginya dengan BUMN lainnya.

Sebagai informasi Alat Suntik Sekali Pakai atau Autodisable syringe yang diproduksi RNI melalui anak usaha PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) telah memiliki standar qualifikasi PQS (Perfomance,Quality and Safety) dari World Health Organization atau WHO. Kualitas produk alat kesehatan RNI Group ini telah diuji oleh Laboratorium Independen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rni vaksinasi Covid-19 Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top