Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pertamina Tambah 2,4 Juta LPG untuk Daerah Bandung

PT Pertamina (Persero) memproyeksikan peningkatan konsumsi LPG mencapai 5 persen dari rentang satu pekan sebelum hingga dua pekan sesudah Idulfitri untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur. 
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 10 Mei 2021  |  08:44 WIB
Petugas melakukan tahap pengisian LPG pada tabung gas 3kg di SPBE Srengseng, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Petugas melakukan tahap pengisian LPG pada tabung gas 3kg di SPBE Srengseng, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram secara bertahap di wilayah Bandung Raya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan tahun ini.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan total tambahan pasokan LPG untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur selama Ramadan adalah sekitar 23 persen atau lebih dari 2,4 juta tabung dari rata-rata penyaluran normal yaitu lebih dari 11 juta tabung.

Dilaksanakan secara bertahap sejak awal April 2021, pasokan fakultatif atau penambahan alokasi LPG 3 kilogram bersifat situasional, atau dilakukan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan LPG untuk kegiatan memasak masyarakat jelang Hari Raya. Untuk itu kami menyalurkan tambahan pasokan. Kebutuhan di lapangan juga akan kami monitor melalui tim Satgas RAFI yang bertugas," ujar Eko dalam keterangannya, Minggu (9/5/2021).

Eko memprediksi peningkatan konsumsi LPG akan terjadi pada puncaknya menjelang Idulfitri.

Perseroan memproyeksikan peningkatan konsumsi LPG mencapai 5 persen dari rentang satu pekan sebelum hingga dua pekan sesudah Idulfitri untuk wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur. 

Eko menambahkan masyarakat yang berhak dapat membeli LPG subsidi 3 kilogram dengan mudah di pangkalan LPG resmi Pertamina yang tersebar hingga seluruh desa di wilayah Bandung Raya dan Priangan Timur. Terdapat 200 agen LPG PSO di wilayah Bandung Raya, serta 145 agen LPG PSO di wilayah Priangan Timur, yang siaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dengan membeli di pangkalan resmi Pertamina, masyarakat akan memperoleh harga sesuai dengan Surat Keputusan Walikota atau Bupati yang berlaku,” tambahnya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, LPG 3 kilogram bersubsidi diperuntukkan hanya bagi masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. Usaha mikro adalah usaha dengan aset maksimal 50 juta dan omset maksimal 300 juta per tahun.

Sebaliknya untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta masyarakat yang tergolong mampu diharapkan menggunakan LPG nonsubsidi Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram agar pendistribusian LPG subsidi lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Komite BPH Migas Marwansyah Lobo Balia dan Jugi Prajogio menekankan pentingnya kelancaran pasokan BBM dan LPG menjelang Idul Fitri meskipun ada larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Hal tersebut ditegaskannya saat melakukan inspeksi ke Fuel Terminal Ujung Berung Bandung baru-baru ini. 

Dia menjelaskan sidak tersebut dilakukan guna memastikan layanan Pertamina selalu aman, memastikan ketahanan stok, layanan ekstra yang disiapkan, dan potensi kendala distribusi energi di lapangan.

“Meskipun ada larangan mudik pada tahun ini, namun dalam situasi kondisi apapun, Pertamina harus selalu siap melayani kebutuhan masyarakat,”  kata Lobo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina lpg Ramadan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top