Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Gurihnya Beternak Uang Lewat Properti di Bekasi

Kota Bekasi merupakan salah satu tempat berkembangnya bisnis properti yang paling pesat. Para investor ataupun end user hunian menjadi Bekasi sebagai tempat bermukim sambil menikmati kenaikan harga properti.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Mei 2021  |  19:56 WIB
Fyover Summarecon Bekasi. - SummareconBekasi.com
Fyover Summarecon Bekasi. - SummareconBekasi.com

Bisnis.com, JAKARTA – Masifnya pembangunan infrastuktur di wilayah penyangga Jakarta berdampak pada masifnya pembangunan properti.

Lihat saja, Bekasi, salah satu penyangga kota Jakarta yang sempat disematkan dengan sebutan “planet Bekasi".

Dahulu Bekasi disebut kota tanpa tertata menjadi pemandangan biasa ketika masuk ke kota ini. Namun, seiring dengan masifnya sejumlah infrastruktur yang dibangun, para pengembang besar properti turut serta tertarik membangun Kota Patriot ini.

Summarecon Bekasi, anak usaha dari PT Summarecon Agung Tbk., terus melakukan pengembangan properti di wilayah Bekasi.

Summarecon menggarap wilayah Bekasi dan membangun ikon jembatan flyover dengan pilar-pilar berjejeran membuat penataan dan pengembangan Bekasi menjadi indah sehingga julukan Planet Bekasi berangsur-angsur hilang.

Pada awalnya, Summarecon Bekasi hanya membangun 300 hunian pada 2010. Namun, permintaan yang sangat tinggi membuat Summarecon menambah 350 hunian.

Direktur Eksekutif PT Summarecon Agung, Tbk. Albert Luhur mengatakan hingga Summarecon telah melakukan pengembangan lahan 70 persen dari total 240 hektare yang dimiliki di Bekasi.

Summarecon tengah melakukan pengembangan kawasan seluas 30 hektare yaitu The Orchard Summarecon Bekasi yang berlokasi 600 meter dari pintu timur Summarecon Bekasi.

Selama 11 tahun berkiprah terhadap pembangunan kota Bekasi, Summarecon berhasil meluncurkan 11 klaster yakni Lotus, Acasia, Magnolia, Bluebell, Palm, Maple, Vernonia, Burgundy Residence, Olive Residence, Morizen, dan Magenta Residence dengan jumlah unit yang terjual sekitar 2.500 unit.

"Sejak diperkenalkan dan resmi dibuka pada 2010, Summarecon Bekasi menjadi daya tarik investor. Perkembangan kawasan dan fasilitas hingga saat ini telah menjadikan Summarecon Bekasi menjadi destinasi bagi masyarakat yang hobi berkuliner, berolah raga atau pun kebutuhan lifestyle dan harian mereka serta menjadi rumah bagi beragam komunitas," ujarnya kepada Bisnis pada Selasa (4/5/2021).

Saat ini, Summarecon Bekasi masih terus berusaha memenuhi kebutuhan hunian baik landed dan apartemen.

Pada 26 September 2020, Summarecon menghadirkan klaster Magenta dengan penjualan tahap 2 Magenta Residence dimulai bulan Februari 2021. "Ini pun masih berlangsung dan mendapat respons yang amat baik," kata Albert.

Tak Ada Koreksi Harga

Dia mengungkapkan investasi properti di Summarecon sangat menarik, saat di-launching pada 2010, hunian klaster Palem ditawarkan senilai Rp500 juta, tetapi sekarang pasar sekundernya bisa mencapai Rp1,7 miliar.

"Pandemi 2020 tidak membuat koreksi harga pada produk Summarecon. Contohnya, konsumen yang membeli klaster Burgundy pada 2018 sebesar Rp1,3 miliar dan menjualnya kembali saat pandemi 2020 sebesar Rp1,6 miliar. Ini mendapatkan keuntungan dan tidak mengalami turun harga," tuturnya

Saat ini, harga lahan perumahan di Sumamrecon Bekasi sudah menembus angka sekitar Rp15 juta per meter persegi, sementara untuk lahan komersial sekitar Rp25 juta hingga Rp30 juta per meter persegi.

Sementara harga propertinya meroket sebesar 240 persen dalam satu dekade atau sekitar 22 persen per tahun.

Ke depan, Summarecon mengembangkan area Bekasi Central Business District (BCBD) di kawasan Kota Summarecon Bekasi. Area ini merupakan kawasan pusat bisnis dan komersial baru dengan konsep strategis yang menghubungkan dunia bisnis di Jakarta dengan industrial estate terbesar di timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

Selain itu, Summarecon Bekasi akan menghadirkan kawasan Financial Center dengan memasarkan empat kavling Financial Center siap bangun dengan luas mulai dari 1.939 meter persegi per kavling hingga yang terluas yaitu 3.232 meter persegi per kavling.

Adapun kontribusi penjualan Summarecon Bekasi sebesar 15% dari total keseluruhan marketing sales Summarecon Agung. Pencapaian marketing sales SMRA di sepanjang 2020 adalah sebesar Rp 3,3 triliun. Pencapaian ini lebih baik dari revisi target marketing sales 2020 yaitu Rp2,5 triliun.

Tahun ini Summarecon Agung menargetkan marketing sales sebesar Rp3,5 triliun atau tumbuh sekitar 6% dibandingkan daripada 2020.

Nilai Tambah Bekasi

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menuturkan Summarecon Bekasi menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru yang sangat memberikan dampak positif bagi perkembangan Bekasi.  Kehadiran proyek ini mampu memberikan nilai tambah baru bagi Bekasi.

"Pembangunan infrastruktur memang menjadi sentimen tersendiri yang bisa mendorong pasar properti melirik Bekasi sebagai tujuan pembangunan baru yang salah satunya dilakukan oleh Summarecon," ucapnya.

Ketua Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong menuturkan Bekasi yang maju pesat tak lepas dari infrastruktur yang dibangun secara besar-besaran.

"Bukan sembarang infrastruktur, melainkan sekelas Proyek Strategis Nasional (PSN). Sebut saja Light Rail Transit (LRT) Trase Bekasi-Cawang, Kereta Cepat Jakarta–Bandung, jalan tol Jakarta–Cikampek II Elevated, dan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan.

PSN tersebut dibangun untuk meningkatkan daya saing, mendukung mobilitas masyarakat, barang, dan jasa serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Pengembangan infrastruktur yang masif ini karena Bekasi merupakan kontributor mayoritas perekonomian Nasional. Lebih dari 70 persen di antaranya disumbangkan Kawasan Bekasi dari total 60 persen aktivitas perekonomian Koridor Timur Jakarta. Ini membuat properti di Bekasi terus hidup," tuturnya.

Country Manager Rumah.com Marine Novita berpendapat indeks harga hunian kota-kota satelit Jakarta seperti Bekasi naik tipis. Adapun untuk kota Bekasi naik tipis dari 119,2 poin menjadi 122,2 poin pada kuartal IV tahun 2020 dan Kabupaten Bekasi naik dari 109,4 poin menjadi 116,5 poin pada kuartal IV tahun 2020.

Terkait dengan suplai hunian properti, Kota Bekasi naik drastis dari 138,7 poin menjadi 175,8 poin, dan Kabupaten Bekasi juga naik drastis dari 240,5 poin menjadi 285,6 poin pada kuartal IV/2020.

"Kenaikan suplai properti di Bekasi menjadi indikasi bahwa para pengembang fokus pada pembangunan hunian untuk kelas menengah dan menengah atas di kawasan-kawasan alternatif dengan harga yang lebih terjangkau," ujarnya.

Di tengah pandemi Covid-19, ternyata beternak uang lewat properti di Bekasi merupakan salah satu pilihan yang “gurih”.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti summarecon agung
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top