Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemerintah Minta Masyarakat Tahan Diri untuk Mudik: Jangan Sampai Seperti India!

Apabila kasus Covid-19 melonjak, tentu berdampak pada ekonomi Indonesia.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 April 2021  |  14:01 WIB
Pemerintah Minta Masyarakat Tahan Diri untuk Mudik: Jangan Sampai Seperti India!
Ilustrasi - Polisi membawa poster saat kampanye larangan mudik di kawasan Terminal Madureso, Temanggung, Jateng, Rabu (21/4/2021). - Antara/Anis Efizudin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memperpanjang pembatasan pergerakan masyarakat jelang lebaran. Melalui Adendum Surat Edaran No.13/2021 tentang peniadaan mudik, pemerintah tidak ingin adanya londakan kasus Covid-19.

Beleid tersebut berisi pelarangan mobilitas masyarakat menjadi 22 April sampai 24 Mei dari yang sebelumnya 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Tambahan waktu itu berupa pengetatan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa adendum ini bersifat menambah masa prapelarangan.

“Marilah kita belajar dari India karena pelonggaran dan lengah, maka kasus Covid-19 meledak,” katanya melalui pesan instan Kamis (22/4/2021) malam.

Apabila kasus melonjak, Iskandar menuturkan bahwa efeknya tentu pada ekonomi Indonesia. Di sisi lain pemerintah telah memberikan stimulus kepada dunia usaha berupa penundaan angsuran pinjaman perbankan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) yang berlaku sampai Maret 2022.

“Bersabarlah karena setiap liburan meningkatkan kasus Covid-19 yang akhirnya menahan pemulihan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi di Tanah Air sangat bagus karena di saat beberapa negara terjadi lonjakan pandemi, Indonesia masih landai.

“Kita harus menjaga namun kita tidak berarti tidak bisa melakukan aktivitas. Namun dengan protokol kesehatan. Kalau mau belanja, ke mall, Anda bisa melakukannya dengan protokol kesehatan. Ini yang kita harapkan terjadi pada triwulan II, III, dan IV,” katanya saat konferensi pers APBN Kita Edisi April 2021, Kamis (22/4/2021).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mudik Lebaran Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru PPKM
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top