Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nirwana Suci Abadi Akuisisi Saham STEAG PE GmbH di PLTP Gunung Slamet

Pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Baturraden di Gunung Slamet memiliki potensi 280 MW.
Ilustrasi - Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018)./JIBI-Rachman
Ilustrasi - Pekerja melakukan pemeriksaan rutin jaringan instalasi pipa di wilayah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak yang berkapasitas 377 megawatt (MW) milik Star Energy Geothermal, di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018)./JIBI-Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - STEAG PE GmbH Jerman pemegang saham terbesar PT Sejahtera Alam Energy (SAE) mengumumkan telah menjual seluruh sahamnya dalam perusahaan yang memiliki proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Baturraden, Jawa Tengah. 

PLTP Baturraden memiliki wilayah kerja di Gunung Slamet yang masuk Kabupaten Brebes dan Banyumas. Wilayah kerja ini memiliki potensi geothermal sebesar 280 MW. Sedangkan proyek yang disiapkan sebesar 220 MW. 

Dalam pengumumannya di media hari ini, Jumat (23/4/2021), Sejahtera Alam Energy menyebutkan saat ini pemegang saham pengendali perusahaan adalah Nirwana Suci Abadi. Perusahaan yang disebutkan ini melakukan pembelian 89 persen saham perusahaan dari STEAG PE GmbH, Jerman.    

PLTP Gunung Slamet tidak hanya kali ini berganti investor. Pada 2011, wilayah kerja ini sempat berbagi saham dengan PT Adaro Power. Meski begitu, kerjasama ini kemudian diumumkan batal. 

Selanjutnya saat kasus Menteri ESDM Jero Wacik ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi, salah satu petinggi awal perusahaan sebelum STEAG PE GmbH masuk juga ikut terjerat perkara. 

Sementara itu dalam pengumumannya di media, PT Nirwana Suci Abadi, mengambil alih saham STEAG PE GmbH Jerman. Meski begitu tidak disebutkan besaran nilai akuisisi itu.  

“Pengambilalihan tersebut telah mendapat persetujuan dari seluruh pemegang saham perseroan berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa perseroan tanggal 20 April 2021,” tulis pengumuman lebih lanjut.

PLTP Baturraden mengalami kendala. Dua sumur yang sudah dibor yakni H dan F tidak menghasilkan energi yang cukup. Bahkan sumur F dinyatakan gagal, sedangkan sumur H dalam status maintance karena membutuhkan teknologi lebih lanjut untuk dijadikan pembangkit. 

Kementerian ESDM pada 2017 mencatat total investasi yang dibutuhkan dalam pengembangan PLTP Baturraden ini sebesar US$900 juta, dimana untuk tahap eksplorasi membutuhkan dana sekitar US$75 juta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper