Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Airlangga Sebut Ada Platform yang Akan Tanggung Sendiri Biaya Ongkir

Sejumlah platform dagang-el telah menyatakan niat untuk ikut berkontribusi dalam mendorong transaksi saat Harbolnas.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 April 2021  |  16:11 WIB
Pekerja mengangkut barang pesanan konsumen di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Pekerja mengangkut barang pesanan konsumen di Warehouse Lazada Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019). - ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan subsidi ongkos kirim (ongkir) barang saat Harbolnas Ramadan tidak akan tumpang tindih dengan potongan ongkir yang ditawarkan oleh platform dagang-el.

 “Terkait akuntabilitas jadi penting. Jadi nanti sistemnya beberapa platform akan menanggung sendiri ongkir. Itu Kementerian Perdagangan akan atur mana yang diatur pemerintah mana yang ditanggung oleh platform. Ini sudah pernah dilakukan. Kami akan umumkan ke publik langkah-langkah yang dilakukan,” kata Airlangga, Jumat (23/4/2021).

Menperin menyebutkan sejumlah platform dagang-el telah menyatakan niat untuk ikut berkontribusi dalam mendorong transaksi saat Harbolnas.

“Pada prinsipnya para platform juga ingin berkontribusi. Jadi artinya para platform juga akan menanggung ongkir dan ini sedang dipersiapkan [regulasinya],” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menyampaikan keberatannya mengenai rencana subsidi ongkir pada Harbolnas Ramadan.

Dia mengatakan pemerintah seharusnya tidak perlu ikut andil dalam menanggung biaya pengiriman barang, tetapi fokus mengawasi perang tarif dan diskon yang acap kali terjadi di marketplace

“Menurut saya pemerintah tidak perlu ikut campur. Yang ada sekarang adalah perang tarif dan marketplace sudah berlomba-lomba meniadakan biaya pengiriman. Sebaiknya itu diawasi dulu,” kata Ikhsan.

Dia juga berpendapat anggaran Rp500 miliar untuk subsidi ongkir berisiko merugikan negara karena rentan dimanipulasi jika diarahkan ke marketplace secara langsung. Di sisi lain, Ikhsan menilai daya beli hanya bisa terungkit jika konsumen bisa menikmati langsung subsidi yang disiapkan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto harbolnas
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top