Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ada Pandemi, Kemenparekraf Pangkas Target Wisman dan Wisnus

Untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf mengkampanyekan protokol kesehatan pada destinasi wisata
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 April 2021  |  13:54 WIB
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf
Wisatawan mengunjungi kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Badung, Bali, Sabtu (30/1/2021). - Antara/Naufal Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif merevisi target wisatawan mancanegara dan domestik yang tertuang dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2016-2021.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan RPJM yang disusun setiap 5 tahun ini mengalami revisi saat terjadinya pandemi Covid-19.

"Kami juga sudah melakukan penyesuaian-penyesuaian target terutama wisatawan mancanegara karena wisatawan mancanegara itu kan border ditutup jadi kita tidak mungkin menyesuaikan dengan target RPJM," ujar Nia, dikutip dari Antara, Kamis (22/4/2021).

Nia menyebutkan RPJM tahun ini untuk wisatawan mancanegara menjadi 4 juta pergerakan dari yang awalnya 19 juta pergerakan. Untuk nilai devisanya menjadi US$4,8 miliar dan ekspor ekonomi kreatif menjadi sebesar US$17,45 miliar.

"Untuk wisatawan nusantara dari 320 juta pergerakan disesuaikan sampai 180 juga pergerakan. Karena tidak hanya wisatawan mancanegara yang menghadapi tantangan dengan ditutupnya border, wisatawan nusantara pun sama mengalami tantangan," kata Nia.

Berdasarkan statistik, masa panen wisatawan nusantara itu saat mudik lebaran tetapi sedangkan akibat Covid-19 mudik lebaran ditiadakan. Tak hanya itu, peak season lainnya adalah saat liburan anak sekolah dan liburan akhir pekan.

Untuk memulihkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf pun melakukan beberapa strategi salah satunya adalah mengkampanyekan protokol kesehatan pada destinasi wisata dengan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

"Reborn kami adalah wisatawan nusantara jadi strategi untuk pencapaian target, strateginya adalah lebih mengkampanyekan protokol kesehatan atau destinasi-destinasi yang sudah menerapkan protokol dengan baik dan mendapat sertifikasi," ujar Nia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenparekraf wisman

Sumber : Antara

Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top