Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Holding BUMN Perikanan: Dua Perusahaan Masih Merugi, Komisi VI DPR Beri Catatan

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa menggarisbawahi kondisi keuangan dua BUMN tersebut dan berharap bisa membaik setelah dijadikan holding.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 April 2021  |  17:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah mengingatkan agar pembentukan holding dua BUMN perikanan betul-betul memaksimalkan potensi kekayaan ikan nasional.

Saat ini kondisi keuangan kedua BUMN itu yaitu PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus dan Perum Perikanan Indonesia atau Perindo sedang merugi.

“Kalau Perinus dan Perindo sudah bersatu bentuk holding harus jadi catatan serius agar potensi yang luar biasa ini jadi sumber daya, sumber dana, dan sumber kekayaan yang bisa mensejahterakan masyarakat. Ini juga bisa mensuplai makanan bagi masyarakat Indonesia untuk peningkatan gizi dan ekspor ikan," katanya dikutip dari laman DPR RI, Rabu (21/4/2021).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menggarisbawahi kondisi keuangan dua BUMN tersebut dan berharap bisa membaik setelah dijadikan holding.

Dengan alasan tersebut, dia menyarankan agar dalam pembentukan holding, dilakukan pemetaan lebih dalam sekaligus membentuk pembagian kerja yang jelas.

Selain itu, kata Siti, jika holding sudah terbentuk masing-masing daerah diarahkan untuk tidak mengelola produk ikan yang sama.

Hal ini bertujuan agar pengelolaan potensi perikanan nasional yang masih sangat besar bisa lebih optimal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan holding
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top