Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Menkop Yakin Pelaku UMKM Masih Bisa Bertahan, Ini Alasannya

Menkop UMK Teten menyebut UMKM memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa meskipun 75 persen yang bermain di sektor pariwisata harus merasakan dampak dari pandemi Covid-19.
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki meyakini sektor UMKM mampu melewati masa-masa sulit meskipun tidak sedikit yang harus mengalami penurunan omzet, termasuk di sektor pariwisata.

Dalam pertemuan yang membahas perihal pemulihan UMKM sektor pariwisata pada Senin (19/4/2021), Teten menyebut UMKM memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa meskipun 75 persen yang bermain di sektor pariwisata harus merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

“Ketahanan UMKM tersebut tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui berbagai macam subsidi, dan untuk yang masih unbankable, ada hibah modal kerja,” ujarnya Senin (19/4/2021).

Sebagaimana diketahui, pemerintah mengalokasikan Rp14,2 triliun untuk pemulihan sektor pariwisata RI 2021. Perinciannya, senilai Rp10 triliun dalam bentuk belanja kementerian/lembaga dan Rp4,2 triliun dialokasi untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) senilai Rp4,2 triliun.

Pemerintah juga berencana meluncurkan Rp2 triliun untuk UMKM di sektor pariwisata dalam program Bangga Wisata Indonesia yang belum lama ini diinisiasi. Selain itu, April ini akan disalurkan insentif senilai Rp400 miliar kepada UMKM sektor pariwisata.

Kendati daya beli masih terbatas, ujar Teten, daya tahan UMKM dinilai cukup teruji setelah pelaku usaha sektor tersebut juga menyesuaikan produk dengan kondisi pasar, serta adanya pergerakan cukup masif menuju pemanfaatan platform digital.

Tahun lalu, kata Teten, terdapat 4 juta UMKM yang on boarding ke platform digital dengan total saat ini mencapai 12 juta atau 19 persen dari pelaku usaha secara keseluruhan.

Namun, lanjutnya, kondisi UMKM sampai dengan saat ini secara keseluruhan masih belum beranjak ke zona positif. Tercatat, kata Teten, sekitar 500.000 UMKM kolaps serta 80 persen mengalami penurunan omzet sehingga memiliki masalah dalam hal pembiayaan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rahmad Fauzan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper