Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indef: Pemindahan Ibu Kota Tidak Akan Kontribusi Banyak ke Pertumbuhan Ekonomi

Kontribusi pemindahan ibu kota terhadap perekonomian nasional diperkirakan hanya sebesar 0,02 persen pada jangka pendeknya. Sementara untuk jangka panjang justru hanya berkontribusi 0,00 persen.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 16 April 2021  |  21:35 WIB
Pradesain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta  -  Twitter
Pradesain Istana Negara berlambang burung Garuda di Ibu Kota Negara (IKN) karya seniman I Nyoman Nuarta - Twitter

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur tidak akan berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan ekonomi makro.

Head of Center of Macroeconomics and Finance Indef M Rizal Taufikurahman mengatakan pemindahan IKN tidak akan memberikan pemerataan atau menutup gap pertumbuhan ekonomi antar provinsi/daerah.

Menurut Rizal, dari studi yang dilakukan oleh Indef, kontribusi pemindahan ibu kota terhadap perekonomian nasional diperkirakan hanya sebesar 0,02 persen pada jangka pendeknya. Sementara untuk jangka panjang justru hanya berkontribusi 0,00 persen.

“Memang untuk pertumbuhan ekonomi ini, tidak bisa diharapkan dari pemindahan ibu kota negara ini,” kata Rizal dalam webinar ‘Pemindahan Ibu Kota, Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Pandemi Covid-19: Mana Yang Lebih Baik?’, Jumat (14/4/2021).

Rizal lalu menambahkan pemindahan pusat pemerintahan ke Kalimantan Timur juga tidak berkontribusi banyak terhadap perekonomian di pulau Kalimantan atau di provinsi Kalimantan Timur.

Rizal memaparkan dampak jangka pendek dan panjang terhadap pertumbuhan ekonomi pulau Kalimantan sebesar 3,61 persen, dan 2,85 persen pada jangka panjang.

Sedangkan, dampak jangka pendek dari pemindahan IKN terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur sebesar 6,83 persen, dan 4,58 persen untuk jangka panjang.

Maka itu, dalam kondisi krisis pandemi seperti ini, Rizal mempertanyakan langkah pemerintah dalam rencana pembangunan kawasan pemerintahan yang ditargetkan rampung di tahun 2024. Terutama, saat Indonesia masih dilanda krisis akibat pandemi Covid-19.

“Justru masalah yang sekarang ada di hadapan kita itu ya Covid-19,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indef Ibu Kota Dipindah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top