Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penerbangan Domestik Bisa Reborn Paling Cepat 2022

Penerbangan domestik diperkirakan bisa kembali pulih atau reborn paling cepat pada 2022 atau paling lambat pada akhir 2025.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 15 April 2021  |  13:00 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil kajian Universitas Padjajaran (Unpad) memproyeksikan tingkat permintaan industri penerbangan nasional paling cepat kembali ke titik sebelum pandemi Covid-19 pada akhir 2022, sedangkan dengan skenario yang paling pesimis pada akhir 2025.

Dosen dan Peneliti Universitas Padjajaran Yayan Satyakti Satyakti menjelaskan untuk mendapatkan hasil tersebut digunakan alat analisis ekonometrik dengan menggunakan matrik origin destination.

Pihaknya menghitung jumlah penerbangan dan kebangkitannya pada masing-masing perekonomian di rute penerbangan tersebut. Di luar itu juga terdapat faktor proses vaksinasi sebagai salah satu kunci utama.

Dengan analisis tersebut skenario optimis, paparnya, dapat dijalankan dengan asumsi progres vaksinasi berjalan lebih cepat atau 2 kali dari yang telah dilakukan pada saat ini. Dampaknya, industri penerbangan dapat reborn pada akhir 2022. Sebaliknya secara kontras, skenario paling pesimis adalah apabila program vaksinasi berjalan lambat atau hanya 50 persen dari yang sedang dilakukan saat ini

"Skema optimis reborn-nya lebih cepat dibandingkan kondisi normal yakni sekitar 79,02 juta penumpang akan dicapai pada 2022. Adapun, jika vaksinasi berjalan lama maka reborn tercapai pada 2025," ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Berdasarkan skenario optimistis, pada Desember 2021 jumlah penumpang mampu mencapai 5,66 juta dengan total akhir penumpang pada Desember 2021 mencapai 66,32 juta penumpang. Kemudian pada Desember 2021 sebanyak 6,76 juta penumpang dengan total keseluruhan hingga akhir Desember 2022 sebanyak 74,89 juta penumpang.

Sementara dengan skenario pesimis jumlah penumpang pada Desember 2021 baru mencapai 3,68 juta penumpang dengan total sebanyak 43,76 juta penumpang pada akhir Desember 2021. Baru pada Desember 2025 jumlah penumpang bisa mencapai 7,51 juta dengan total akhir sebanyak 83,20 juta penumpang.

Selain kedua skenario tersebut juga terdapat skenario moderat dengan asumsi bahwa proses vaksin berjalan seperti business as usual. Atau dengan kata lain tidak ada penambahan progres dari yang telah dilakukan pada saat ini.

"Skenario moderat ini penambahan dan pengurangan kita anggap proses vaksin kami katakan 2 atau 3 tahun ke depan sama. Hasilnya memang vaksin relatif meningkatkan khususnya dari sisi permintaan domestik, pada awal 2022," imbuhnya.

Berdasarkan skenario moderat, industri aviasi mulai reborn 2024. Pergerakan penumpang sudah mulai ada pada 2022 sedangkan pada Desember 2021 ada peningkatan tapi tidak signifikan yakni 4,16 juta penumpang dan total keseluruhan 2021 mencapai 49,5 juta penumpang.

Dan puncaknya pada Desember 2024 dengan 7,11 juta penumpang dan akhir sepanjang 2024 mampu berada di rentang 78,72 juta penumpang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top