Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wika Kobe Targetkan Sarana Pelatihan Konstruksi Layang Rampung 2021

Fasilitas tersebut dapat melatih tenaga kerja untuk membangun jalur rel kereta api layang dan infrastruktur lainnya.
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk./Instagram @tol_semarang_demak
Aktivitas konstruksi di proyek jalan tol Semarang-Demak, proyek jalan tol yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT PP (Persero) Tbk./Instagram @tol_semarang_demak

Bisnis.com, BOGOR — PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Kobe) akan menyelesaikan konstruksi sarana dan prasarana pelatihan konstruksi layang pada awal 2022.

Presiden Direktur Wika Kobe Nopian Hariyadi mengatakan bahwa pihaknya diberikan waktu untuk menyelesaikan proyek tersebut hingga Januari 2022. Adapun, total konstruksi fasilitas tersebut adalah sekitar Rp74 miliar.

"Kami targetkan sampai akhir tahun selesai meskipun anggarannya sampai kuartal I/2022. Secara fisik kami usahakan selesai pada tahun ini," katanya, Senin (12/4/2021).

Nopian berujar sejauh ini konstruksi fasilitas tersebut ditujukan untuk membangun infrastruktur jalan layang. Namun, lanjutnya, fasilitas tersebut dapat digunakan sebagai pelatihan semua infrastruktur layang.

Menurutnya, fasilitas tersebut dapat melatih tenaga kerja untuk membangun jalur rel kereta api layang dan infrastruktur lainnya. Adapun, Nopian mengatakan bahwa fasilitas pelatihan konstruksi layang tersebut akan digunakan untuk melatih tenaga kerja dari level operator.

Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto menargetkan dapat menghasilkan 1.000 tenaga kerja ahli dan terampil dalam membangun infrastruktur layang hingga 2024. Selain itu, tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat konstruksi layang setelah menyelesaikan pelatihan.

"Malah akan ada [sertifikasi konstruksi layang[ yang bertaraf internasional untuk memenuhi kebutuhan pasar. Artinya, [lulusan tempat pelatihan ini akan memenuhi pasar] regional Asean, mungkin bisa [masuk pasar] internasional," katanya.

Trisasongko menyampaikan bahwa alat pelatihan yang akan dibangun adalah launching gantry yaitu adalah alat yang digunakan untuk mengangkat material secara horizontal dengan lebih stabil, jangkauan yang luas, dan efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Andi M. Arief
Editor : Zufrizal
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper